Pilarportal.com,Minahasa – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa sukses menggelar Sarasehan/Simposium mengenai ketokohan Pahlawan Nasional Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi. Acara yang bertempat di Yama Resort Tondano pada Senin, 17 November 2025.
Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Minahasa, Dr. Arody Tangkere, MAP, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi para peserta dan jajaran yang hadir dan ikut kegiatan ini,” ujarnya.
Tangkere menegaskan bahwa momentum ini adalah pengingat untuk merefleksikan nilai-nilai seorang tokoh Sam Ratulangi bagi masyarakat Minahasa.

Selain itu, ini bertujuan merefleksikan kembali nilai-nilai luhur Sam Ratulangi dalam rangka perayaan HUT Minahasa.
Sarasehan ini menghadirkan narasumber utama Dr. Ivan Kaunang, S.S., M.Hum., Dosen Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sam Ratulangi.
Dr. Ivan Kaunang memaparkan secara rinci riwayat hidup Sam Ratulangi, yang lahir di Tondano pada 5 November 1890. Tokoh yang dikenal sebagai politikus, jurnalis, dan guru ini merupakan dokter ilmu pasti pertama di Indonesia, sebuah gelar yang diraihnya setelah menyelesaikan studi dan meraih gelar doktor dari Universitas Zürich, Swiss, pada tahun 1919.
”Dr. Sam Ratulangi adalah anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dan menjabat sebagai Gubernur Sulawesi pertama setelah proklamasi kemerdekaan,” jelas Dr. Kaunang.
Dalam pemaparannya, Dr. Kaunang turut menekankan filosofi Sam Ratulangi yang mendalam: “Si tou timou tumou tou.”
”Filsafat ini memiliki makna bahwa ‘manusia baru dapat disebut sebagai manusia, jika sudah dapat memanusiakan manusia’,” terang Dr. Kaunang.
Nilai-nilai ini, menurut para narasumber, harus terus dihidupkan sebagai panduan bagi generasi Minahasa saat ini dalam menghadapi tantangan global, sembari mengenang perjuangan beliau yang turut mempertahankan kedaulatan Indonesia.
Pada kesempatan tersebut Bapak Devis Pelealu, nara sumber budayawan, menyampaikan tentu kita harus mengeng jasa dan budayawan Dr. Sam Ratulangi seorang tokoh pahlawan yang dari minahasa yang menanamkan menekankan filosofi Sam Ratulangi yang mendalam: “Si tou timou tumou tou.”
Kegiatan tersebut bertujuan diadakannya kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat luas mengenai peristiwa-peristiwa bersejarah nasional yang di dalamnya melibatkan Tou Minahasa. Masyarakat luas diharapkan dapat meneladani nilai-nilai nasionalisme yang terkandung dari setiap peristiwa dalam Sejarah bangsa.
Diketahui turut hadir, PLT. Kepala Dinas Dr. Arody A. Tangkere MAP, Kepala Bidang Kebudayaan Youlanda Kawatu, SS, Sekretaris Dinas Frangky Martinus Mea, menjadi Nara sumber Bapak Devis Pelealu Komunitas Budaya, Dr. Ivan Kaunang, S.S., M.Hum., Dosen Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sam Ratulangi, serta Pemerhati Sejarah dan budaya, LSM, Pelajar dan Mahasiswa serta Stakeholder.







