PilarPortal.com-Minsel- Ternyata air bersih merupakan kebutuhan mendesak bagi setiap warga. Buktinya dengan rusaknya mesin air bersih di desa Tewasen yang mengakibatkan air terhenti selama 3 hari, warga menjadi bingung. Tapi herannya mesin air bersih yang mengalami kerusakan, sasaran warga tertuju kepada pemerintah Desa.
Hukumtua Tewasen Meity Pulingkareng ketika bertemu dengan wartawan mengatakan, bahwa kerusakan mesin air bersih tersebut diakibatkan karena pada senin minggu ini, terjadi pemadaman listrik sampai berulang kali dan inilah yang mengakibatkan kerusakan pada mesin air bersih tersebut.
Lagi Meyti nengatakan, kerusakan air bersih tersebut sudah kami sampaikan melalui pengeras suara, Penyampaian melalui ibadah pemakaman, bahkan melalui kegiatan-kegitan lainnya.” Intinya dengan tidak jalannya air bersih tiga hari di desa kami,sudah sudah kami sampai-sampaikan.” Kata mantan Bendahara Dinas Koperasi ini.
Selain itu menurutnya, perlu diketahui dana yang terkumpul dari iuran air bersih itu tidak dipegang oleh oknum pejabat Hukumtua, tapi ada yang mengolanya, dan jika penagihan tiap bulan sekitar 3-5 juta karena lainnya masih menunggak,hal ini tidak akan mencukupi dengan biaya pemeliharaan, biaya listrik dan pembayaran penagih air bersih.
Iuran yang dikumpulkan, sekitar 3-5 juta dan ditangani oleh penagih air bersih,sementara pengeluaran sekitar Rp 9.500.000, itupun belum termasuk jika ada kerusakan pada Pipa-pipa dan lainnya,
Jadi untuk pelanggan yang menunggak untuk dapat memperhatikan iuran pembayaran, dan jika ada sesuatu datang ke pemerintah desa untuk cari solusi, bukan menambah masalah baru dengan cara menjatuhkan pemerintah desa. Sementara untuk pelanggan yang menunggak setidaknya selesaikan pembayarannya, karena air merupakan kebutuhan mendesak,untuk mandi mencuci, memasak dan lainnya.
Bayangkan saja jika dari 200 KK yang merupakan pelanggan air bersih di desa Tewasen, dan hanya 100 KK yang rajin menbayar iuran tagihan air bersih, karena lainnya sering menunggak, dan jika demikian apakah dananya akan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pengolah air bersih, bayar Listrik dan dana pemeliharan?
Dan perlu diketahui oleh publick dimana dana iuran air bersih di desa Tewasen, setiap tahun ada pertanggung jawaban ke BPD dan LPM, dan lagi saat ini Air bersih sementara dalam perbaikan, dan mungkin akan segera beroperasi.” Untuk itu selaku pejabat Hukumtua Tewasen menghimbau kepada warga Tewasen untuk dapat menunjang program pemerintah bahkan jika ada yang kesalah pahaman mari kita bahas bersama,”ajak Meity.
Ditambahkannya, selaku pemerintah desa berkeinganan semua warga desa merasakan apa yang menjadi milik desa, baik sarana fisik, BLT, posyandu, bahkan semua yang berhungan dengan bantuan dan program pemerintah pusat, provinsi maupun Kabupaten Minsel.” Semua berusaha untuk kepentingan bersama”. Tutup Meyti.(Hape)
