Pimpin Apel Hari Lingkungan Hidup, Asisten II Arody Tangkere Ajak Warga Minahasa Pilah Sampah dari Rumah

Kamis, 11 Juni 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Pilarportal.com,MINAHASA — Pemerintah Kabupaten Minahasa melaksanakan apel kerja bakti sekaligus memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, apel tersebut di lakukan di RSUD Sam Ratulangi Tondano, Kelurahan Tounsaru, Tondano Selatan, Kamis (11/6/2026).

Asisten II Arody Tangkere yang didampingi Direktur RSUD Dr Sam Ratulangi Tondano bertindak sebagai pembina apel dan membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat.

Dalam sambutan yang dibacakan, disampaikan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi triple planetary crisis yaitu perubahan iklim, degradasi keanekaragaman hayati, dan pencemaran.

Ketiga krisis ini saling berkaitan dan mengancam stabilitas ekologi, ekonomi, dan sosial global. Isu lingkungan hidup menjadi krusial bagi kelangsungan generasi mendatang.

Indonesia menegaskan komitmen terhadap Paris Agreement untuk menjaga kenaikan suhu global tetap berada sedekat mungkin pada batas 1,5 derajat Celsius.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim. Lebih dari 60% penduduk tinggal di pesisir yang berisiko kenaikan muka air laut, cuaca ekstrem, dan gangguan ketahanan pangan.

Lebih dari 90% bencana di Indonesia bersifat hidrometeorologis seperti banjir, longsor, dan kekeringan. Di tengah tantangan ini, persoalan sampah menjadi bagian yang memengaruhi perubahan iklim.

Indonesia menghasilkan 51 juta ton sampah setiap tahun, namun 74% masih belum terkelola secara optimal.

Sebagian besar bercampur dan berakhir di TPA dengan metode open dumping. Praktik ini tidak hanya menimbulkan masalah kebersihan, tetapi juga pencemaran lingkungan, emisi gas metana, serta ancaman terhadap kesehatan, kualitas hidup, dan keberlanjutan ekosistem.

“Tidak boleh lagi hanya bertumpu pada pendekatan hilir. Kita harus mengubah paradigma tata kelola sampah secara menyeluruh. Karena itu, pada hari ini saya mengajak seluruh elemen masyarakat di seluruh Indonesia untuk melakukan gerakan pemilahan sampah dari rumah,” kata Menteri dalam sambutan tertulisnya.

Ditegaskan bahwa sampah hanyalah salah satu manifestasi dari kerusakan lingkungan yang lebih luas.

Pencemaran udara akibat emisi kendaraan dan industri, pencemaran air di sungai dan danau, pencemaran wilayah pesisir dan laut akibat limbah domestik, industri, dan mikroplastik, serta kerusakan lahan akibat alih fungsi, deforestasi, dan degradasi tanah.

Rusaknya habitat flora dan fauna serta hilangnya keanekaragaman hayati menimbulkan tekanan serius terhadap keseimbangan ekosistem.

“Melihat kenyataan tersebut, kondisi bumi kita tidak sedang baik-baik saja. Untuk itu, kita bersama-sama perlu melakukan pertobatan ekologis,” ujarnya.

Pertobatan ekologis disebut bukan sekadar kata-kata, tetapi panggilan untuk merenung dan mengubah cara berinteraksi dengan alam. Masyarakat diajak memuliakan alam dan mengintrospeksi setiap perilaku yang berdampak pada lingkungan.

Hari Lingkungan Hidup 2026 menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan dengan alam. Dengan pertobatan ekologis, diharapkan terbangun budaya peduli dan bertanggung jawab sebagai warisan bagi generasi mendatang.

Dalam sambutannya, Menteri mengajak masyarakat mengambil lima langkah nyata:

1. Mengurangi penggunaan plastik dan sampah sekali pakai serta mendorong setiap rumah tangga dan kawasan publik memilah sampah sejak dari sumbernya.

2. Meningkatkan kesadaran dan budaya hidup bersih dan lestari melalui kegiatan rutin yang menanamkan nilai gotong royong, kebersihan lingkungan, dan kepedulian terhadap perubahan iklim.

3. Mendorong pemanfaatan sampah secara produktif dan bernilai ekonomi.

4. Melaksanakan penanaman pohon secara masif dengan target 2 miliar pohon untuk memperkuat ketahanan iklim, menjaga ketersediaan air, mengurangi banjir, memulihkan ekosistem, dan menyerap karbon.

5. Memperkuat pengelolaan lingkungan dengan memastikan sampah dan limbah dikelola aman, pencemaran dikurangi, serta kawasan hijau dan ekosistem dilindungi.

Pemerintah pusat dan daerah akan terus bersinergi, namun keberhasilan gerakan sangat tergantung pada partisipasi aktif masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga bumi.

“Mari tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah climate leader dimulai dari tindakan kecil di lingkungan terkecil yaitu rumah masing-masing. Saatnya bekerja untuk iklim.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa meridhoi langkah dan upaya kita bersama,” tutup sambutan Menteri yang dibacakan Asisten II.

Diketahui, turut hadir dalam apel ini seluruh ASN di lingkungan Pemkab Minahasa. (*)

Berita Terkait

Putusan Sela Perkara Penambang Rakyat PN Tondano, Kuasa Hukum Minta Hakim Kedepankan Keadilan Substantif
Harmonisasi Antara BPD Dan Pemerintah Desa, SBANL Gelar Bimtek Hadirkan Kejati Juga Akademik Unsrat
Johnly Tamuntuan: Rayakan Pengucapan Hal ini yang Harus Mengutamakan
Pengucapan Syukur Minahasa: Imbauan Kesederhanaan Hukum Tua Rudy Tendean
Gubernur Sulut Turun Angkat Sampah, Fesbudaton Minahasa Disiapkan Jadi Destinasi Wisata
Jadi Tuan Rumah, Bupati Robby Dondokambey Lantik Panitia HUT P/KB GMIM 2026
Ini 6 Pejabat Utama yang Baru Dilantik Bupati Minahasa Robby Dondokambey
3 Kasus Sabu, Polres Minahasa Beberkan Hasil Pengungkapan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:31

Putusan Sela Perkara Penambang Rakyat PN Tondano, Kuasa Hukum Minta Hakim Kedepankan Keadilan Substantif

Senin, 27 Juli 2026 - 20:04

Harmonisasi Antara BPD Dan Pemerintah Desa, SBANL Gelar Bimtek Hadirkan Kejati Juga Akademik Unsrat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:16

Johnly Tamuntuan: Rayakan Pengucapan Hal ini yang Harus Mengutamakan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:28

Pengucapan Syukur Minahasa: Imbauan Kesederhanaan Hukum Tua Rudy Tendean

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:15

Gubernur Sulut Turun Angkat Sampah, Fesbudaton Minahasa Disiapkan Jadi Destinasi Wisata

Berita Terbaru

Exit mobile version