Orang Muda Bala Keselamatan se Manado Werot Rayakan HUT RI ke-81 dengan Pesan “Merdeka di dalam Kristus”

Rabu, 19 Agustus 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Sukacita kemerdekaan terasa berbeda dalam ibadah orang muda Gerakan Pembawa Suluh Gereja Bala Keselamatan se-Distrik Manado Werot.

MANADO, Pilarportal.com – Sukacita kemerdekaan terasa berbeda dalam ibadah orang muda Gerakan Pembawa Suluh Gereja Bala Keselamatan se-Distrik Manado Werot.

Bukan sekadar merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, mereka menjadikan momentum tersebut sebagai kesempatan untuk bersyukur dan kembali mengingat panggilan Tuhan dalam kehidupan.

Ibadah berlangsung di Gereja Bala Keselamatan Korps 2 Manado, Senin (17/8/2026), dengan mengusung tema “Merdeka di dalam Kristus.”

Suasana ibadah semakin khidmat ketika para orang muda bersama-sama menaikkan doa bagi bangsa dan negara Indonesia.

Doa syafaat dilakukan secara berantai oleh sejumlah anak muda, khususnya mendoakan pemerintah, masyarakat, kondisi bangsa serta pekerjaan Tuhan di Indonesia.

Kemerdekaan yang Berasal dari Kristus

Sekretaris Orang Muda Kapten Yalfan Ntahe menjadi saluran berkat melalui khotbah yang berlandaskan bacaan Alkitab Galatia 5:1 dan 13.

Pesan firman tersebut mengajak orang muda memahami bahwa kemerdekaan bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi juga kebebasan untuk hidup dalam kehendak Kristus.

Menurut Yalfan, 81 tahun perjalanan bangsa Indonesia merupakan waktu yang panjang dan patut disyukuri.

“Sehubungan dengan HUT Republik Indonesia ke-81, kita bersyukur dapat terlibat di dalamnya. Bahkan doa-doa syafaat kita sudah sampaikan kepada Tuhan,” ujar Yalfan.

Ia mengingatkan orang muda bahwa kemerdekaan yang Tuhan berikan harus digunakan untuk melakukan sesuatu yang terbaik bagi-Nya.

“Sebagai orang muda, Tuhan Yesus mau agar kita melakukan yang terbaik bagi-Nya,” katanya.

Tiga Panggilan dalam Kemerdekaan Kristiani

Dalam khotbahnya, Yalfan menyampaikan tiga panggilan penting bagi orang percaya dalam menghidupi kemerdekaan di dalam Kristus.

Pertama, hidup sungguh-sungguh di dalam Kristus.

Kemerdekaan harus membawa orang percaya semakin dekat kepada Tuhan, bukan justru menjauh dari-Nya.

Kedua, menolak segala bentuk tekanan yang memperbudak.

Orang muda diajak berani meninggalkan hal-hal yang dapat mengikat kehidupan dan menjauhkan mereka dari kebenaran firman Tuhan.

Ketiga, mengisi kemerdekaan dengan melayani.

Kebebasan dalam Kristus bukan alasan untuk hidup bagi diri sendiri, melainkan kesempatan untuk menjadi berkat bagi keluarga, gereja, masyarakat dan bangsa.

“Sebagai anak Tuhan, saya bisa pastikan kita berada dalam koridornya Tuhan dan melakukan apa yang Tuhan kehendaki,” tutur Yalfan.

Orang Muda Dipanggil Menjadi Saksi

Pesan tersebut kemudian mengarah pada satu panggilan penting, yakni menjadi saksi Kristus di tengah kehidupan sehari-hari.

Menjadi saksi tidak selalu harus melalui mimbar. Sikap, perkataan, pelayanan dan kepedulian kepada sesama juga dapat menjadi kesaksian iman.

Karena itu, orang muda Bala Keselamatan diajak tidak hanya berbicara tentang iman, tetapi menghadirkannya melalui tindakan nyata.

Pantauan Pilarportal.com, suasana ibadah berlangsung penuh sukacita dan kebersamaan.

Para peserta mengikuti rangkaian ibadah dengan antusias, sembari membawa semangat kemerdekaan Indonesia dalam suasana persekutuan yang kental dengan nilai-nilai Kristiani.

Secara khusus, doa berantai menjadi salah satu momen yang menyentuh.

Satu per satu anak muda mengambil bagian dalam doa, membawa pergumulan bangsa Indonesia ke hadapan Tuhan.

Mereka mendoakan agar Indonesia terus berada dalam perlindungan Tuhan, masyarakat hidup dalam damai, serta pekerjaan Tuhan semakin berkembang di seluruh penjuru negeri.

Ibadah tersebut turut dihadiri Komandan Divisi Sulawesi Utara Mayor Jembris Blake.

Kehadiran pimpinan dan para orang muda dalam persekutuan tersebut semakin memperkuat pesan bahwa gereja memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang beriman, peduli dan memiliki tanggung jawab terhadap bangsa.

Pada akhirnya, “Merdeka di dalam Kristus” bukan hanya sebuah tema perayaan.

Tema tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan sejati harus membawa manusia semakin dekat kepada Tuhan, membebaskan dari belenggu dosa, serta mendorong setiap orang percaya untuk melayani dan menjadi terang bagi sesama.

Bagi orang muda Bala Keselamatan, merayakan kemerdekaan berarti bersyukur kepada Tuhan, mendoakan Indonesia dan mengambil bagian dalam pekerjaan-Nya.

Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)

Editor : YUDI HM

Berita Terkait

Lapas Tamako Perkuat Pembinaan Kerohanian WBP Kristen
Minggu Kasih Polres Kotamobagu, Kapolres Ajak Warga Jaga Kerukunan
Raker KBK Keuskupan Manado Bakal Digelar di Paroki Trinitas Tomohon
Maulid Nabi, Wakapolda Sulut Dorong Peningkatan Kinerja
GPS Distrik Minsel Gelar MPDK, 120 Orang Dikuatkan Lewat Pesan Kekudusan
Panitia TOMDIV Sulut 2027 Resmi Dikukuhkan, Berikut Susunannya
Persiapan TOMDIV 2027 Mulai Dikebut, Panitia Fokus Perkuat Penggalangan Dana
Berikanlah Kami Makanan yang Secukupnya, Ini Maknanya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:18

Lapas Tamako Perkuat Pembinaan Kerohanian WBP Kristen

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:40

Minggu Kasih Polres Kotamobagu, Kapolres Ajak Warga Jaga Kerukunan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:41

Raker KBK Keuskupan Manado Bakal Digelar di Paroki Trinitas Tomohon

Jumat, 4 September 2026 - 07:14

Maulid Nabi, Wakapolda Sulut Dorong Peningkatan Kinerja

Rabu, 19 Agustus 2026 - 22:44

GPS Distrik Minsel Gelar MPDK, 120 Orang Dikuatkan Lewat Pesan Kekudusan

Berita Terbaru

Click to listen highlighted text!
Exit mobile version