Govinda Yudistira Resmi Jadi Kandidat, Bagian Proses Menjadi Opsir BK

Minggu, 27 Juli 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Govinda Yudistira Kedo Kamaonge resmi dilantik menjadi Kandidat pada Minggu, 27 Juli 2025.

Manado, Pilarportal.com Orang Muda Terpanggil (OMT) Govinda Yudistira Kedo Kamaonge resmi dilantik menjadi Kandidat pada Minggu, 27 Juli 2025.

Prosesi penetapan ini dilaksanakan di Gereja Bala Keselamatan Korps IV Manado, disaksikan oleh seluruh jemaat yang hadir.

Sebagai bagian dari proses lanjutan, Govinda akan menjalani masa adaptasi dan penempatan pelayanan di LKSA Tunas Harapan atau Panti Asuhan Tunas Harapan di Yogyakarta.

Mayor Emson Santu dalam penyampaian firman menekankan pesan dari 1 Petrus 2:5, bahwa setiap orang percaya adalah “batu-batu hidup” yang dibangun menjadi rumah rohani dan menjadi imam-imam kudus yang mempersembahkan persembahan rohani yang berkenan kepada Allah melalui Yesus Kristus.

Ayat ini, katanya, menggambarkan peran penting umat percaya dalam rencana besar Allah.

Dalam kesaksiannya, Govinda menyampaikan rasa syukur dan haru atas proses panjang yang telah dijalani.

“Hari ini adalah momen yang saya tunggu selama 3 tahun 7 bulan sebagai OMT. Saya bersyukur karena selama di Korps 4 Manado, saya selalu mendapat dukungan untuk terus bertumbuh dan beradaptasi dalam pelayanan,” ujarnya.

Tahapan Menjadi Opsir atau Pendeta Gereja Bala Keselamatan

Berikut adalah tahapan resmi dalam proses menjadi seorang Opsir (Pendeta) di lingkungan Bala Keselamatan:

1. Prajurit Dewasa

Seorang anggota yang telah dilantik sebagai prajurit dewasa (ditandai dengan epolet hitam polos) dan merasa terpanggil secara total dalam pelayanan Tuhan.

2. Orang Muda Terpanggil (OMT)

Setelah mengisi formulir dan mendapatkan rekomendasi dari Korps asal, dokumen akan dikirim ke Divisi dan Kantor Pusat Teritorial. Jika disetujui, ia resmi menjadi OMT (dengan epolet bertuliskan “OMT”).

3. Kandidat

Setelah menjalani masa OMT, seseorang dapat direkomendasikan menjadi Kandidat, berdasarkan keputusan Kantor Pusat Teritorial di Bandung. Epolet akan diganti dengan tulisan “Kandidat”.

4. Kadet

Selanjutnya, Kandidat dapat diterima sebagai Kadet dan menjalani pendidikan selama dua tahun di Pusdiklat Bala Keselamatan di Jakarta.

5. Opsir

Setelah lulus sebagai Kadet, barulah ditahbiskan menjadi Opsir. Kadet tingkat dua juga memiliki peluang untuk mengikuti pendidikan lanjutan di Pusdiklat internasional seperti di London, Australia, atau Selandia Baru.

Berita Terkait

PMI Sulut Fokus Benahi Organisasi, Layanan Donor Darah dan Penanggulangan Bencana pada 2026
Kakanwil Ditjen PAS Sulut Lantik Lima Pejabat Fungsional, Perkuat Pelayanan Pemasyarakatan
Kakanwil Ditjen PAS Sulut Temui Kajati Jacob Pattipeilohy, Bahas Penguatan Sistem Peradilan Terpadu
PMI Sulut Perkuat SDM Relawan Lewat Rapat Koordinasi
PMI Sulut Perkuat Pelayanan Darah Lewat Rapat Bersama Direktur UDD
Pangdam XIII/Mdk Ajak Prajurit Jadikan 1 Muharam Momentum Perkuat Pengabdian
BPS Ungkap Tren Positif Ekonomi Sulut, Sektor Ekspor dan Pariwisata Jadi Penopang
Gubernur Sulut Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Bacakan Amanat Presiden Prabowo

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:55

PMI Sulut Fokus Benahi Organisasi, Layanan Donor Darah dan Penanggulangan Bencana pada 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:13

Kakanwil Ditjen PAS Sulut Lantik Lima Pejabat Fungsional, Perkuat Pelayanan Pemasyarakatan

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:04

Kakanwil Ditjen PAS Sulut Temui Kajati Jacob Pattipeilohy, Bahas Penguatan Sistem Peradilan Terpadu

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:40

PMI Sulut Perkuat SDM Relawan Lewat Rapat Koordinasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:33

PMI Sulut Perkuat Pelayanan Darah Lewat Rapat Bersama Direktur UDD

Berita Terbaru

Exit mobile version