Pilarportal.com,Minahasa – Setiap tanggal 21 April, kita mengingat sosok Pahlawan perempuan yang memperjuangkan nasib dan kesejahteraan para perempuan pribumi lewat dunia pendidikan. Raden Ajeng (RA) Kartini adalah Pahlawan emansipasi wanita di Indonesia.
Kartini Ia berjuang untuk seluruh wanita agar dapat mengembangkan segala talenta dan kemampuan, melalui perjuangannya Wanita- wanita di Indonesia tidak lagi terbelakang, tidak hanya berperan di seputar rumah dan dapur, tapi di segala bidang.
“Kartini melangkah dan mewujudkan visinya agar para perempuan bisa mengenyam pendidikan, berdaya serta berdampak dalam segala bidang.

Perempuan adalah sosok penopang, penolong dan memiliki hati yang besar untuk mengasihi anak-anaknya, suaminya dan juga orang orang disekelilingnya. Perempuan berjuang untuk memberi yang terbaik.
Hal itu dikatakan Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa, yang juga selaku Ketua WKI Sinode GMIM Pnt. Dra. Fenny Roring Lumanauw, saat menjadi Khadim di Ibadah Paskah Wanita/Kaum Ibu (WKI) Rayon Minahasa Utara di GMIM Baitel Kema 2, Kamis (20/4/2023).
“Tuhan menciptakan wanita dengan segala keunikan, kelebihan, kekuatan dan yang pasti segambar dan serupa dengan Allah. Tuhan memberikan Hikmat, iman, kekuatan dan keberanian serta kerendahan hati,” ujar Pnt. Dra. Fenny Roring Lumanauw, saat menjadi Khadim di Ibadah Paskah Wanita/Kaum Ibu (WKI) Rayon Minahasa Utara di GMIM Baitel Kema 2.
Melalui Perenungan Firman Tuhan, kita melihat bagaimana Tuhan memakai Maria Magdalena yang pertama kali mengetahui kebangkitan Yesus.
Ia mengatakan, menurut Yohanes 20: 1-10, Maria Magdalena pergi ke kubur Yesus seorang diri ketika hari masih gelap, dan mendapati bahwa batu penyumbat sudah tergelincir dari pintu kubur. Tuhan menyatakan itu semua kepada Maria Magdalena yang sangat mengasihi Yesus.
“Ia juga yang mendapatkan perintah untuk mewartakan berita kemenangan dan menjadi saksi pertama yang melihat kubur Yesus kosong. Sungguh luar biasa Tuhan memakai perempuan Maria Magdalena,” ucap Isteri tercinta dari Bupati Minahasa Royke Roring.
Dengan lewat Firman Tuhan kita belajar Kesetiaan dari Maria Magdalena yang punya Komitmen mengikut Tuhan serta mengajarkan kita untuk selalu setia hidup bersama Tuhan apapun cobaan dan tantangan yang kita hadapi. Marilah kita jadi teladan umat yang baik.
Untuk itu, marilah kita menjaga kesetiaan dalam kehidupan keluarga masing-masing dan menjadi saksi kebangkitan Kristus sebagaimana Maria Magdalena diperintahkan maka kita pun dituntut untuk jadi saksi,” tutupnya. (*/DRO)







