Korlantas Polri Ubah Tampilan SIM, Ini Penjelasannya

Sabtu, 20 Juli 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Korlantas Polri mengumumkan adanya perubahan tampilan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang akan dikeluarkan ke depan, tutur Dirregiden Korlantas Polri Brigjen Yusri Yunus

Korlantas Polri mengumumkan adanya perubahan tampilan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang akan dikeluarkan ke depan, tutur Dirregiden Korlantas Polri Brigjen Yusri Yunus

Pilarportal.com — Jakarta – Korlantas Polri mengumumkan adanya perubahan tampilan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang akan dikeluarkan ke depan. Hal itu dalam rangka menyesuaikan penerapan kebutuhan SIM Internasional.

Jadi nanti ada gambar mobil atau motornya di samping huruf yang menjadi klasifikasi SIM. Lalu nanti bukan lagi nomor SIM, tapi nomor kartu identitas.

“Kalau itu karena kita kan sudah menggunakan single data,” tutur Dirregiden Korlantas Polri Brigjen Yusri Yunus kepada wartawan, Jumat (19/7/2024).

Menurut Yusri, perubahan tampilan SIM dilakukan karena dalam pemberlakuan SIM Internasional ada banyak negara yang tidak memahami SIM keluaran Indonesia.

Sementara penerapan dan penggunaan SIM Internasional di luar negeri mesti pula memperlihatkan SIM dalam negerinya.

Perubahan format tersebut sebenarnya sudah diberlakukan sejak 1 Juli 2024. Namun, Korlantas Polri menunggu habisnya material SIM lama, yang sebelumnya telah tersedia.

“Itu berlaku setelah material SIM yang saat ini sudah habis, karena kan kami juga tetap harus mempertanggungjawabkan material SIM yang sudah tersedia. Jadi berlakunya kapan, ya tergantung yang lama habisnya kapan,” ungkap Yusri.

BACA JUGA  Korlantas Polri Tunda Contra Flow dan One Way, Traffic Counting Masih Normal

Surat Izin Mengemudi (SIM) Indonesia mulai 1 Juni 2025, juga bisa digunakan di delapan negara ASEAN. Dengan begitu, para pengendara asal Tanah Air, tak perlu lagi menggunakan SIM Internasional saat melakukan perjalanan di negara Asia Tenggara tersebut.

Berdasarkan keterangan yang diunggah di akun instagram @tmcpoldametro, negara ASEAN yang sudah mengakui SIM Indonesia, adalah Filipina, Thailand, Laos, Vietnam, Myanmar, Brunei, Singapura, dan Malaysia.

Menurut Dirregident Korlantas Polri, Brigjen Pol Yusri Yunus, penerakan NIK sebagai nomor SIM, menandai langkah maju dalam hal integrasi dokumen.

“Penerapan NIK sebagai nomor SIM menandai langkah maju dalam integrasi dokumen legalitas berkendara dengan dokumen negara lain seperti NPWP, BPJS dan KTP,” jelas Yunus, dikutip Jumat (21/6/2024).

Berita Terkait

Kapolres Sangihe Silaturahmi dengan Ketua NU, Perkuat Sinergi Kamtibmas
Perkuat Kedekatan dengan Warga, Wakapolda Sulut Hadiri Ibadah di GMIM Kristus Manado
Polri Mutasi Lima Perwira, Kapusdokkes dan Kapuskeu Berganti
Subuh Keliling: Kapolda Sulut Ajak Warga Jaga Kamtibmas dari Keluarga
HKGB ke-74, Kapolda Sulut Ajak Bhayangkari Perluas Kontribusi Sosial
Satlantas Polres Minahasa Kedepankan Pendekatan Humanis: 60 Persen Edukasi, 5 Persen Tilang
Kapolres Bolmut Sampaikan ini saat Jumat Keliling di Masjid Al-Munawar Boroko,
Forum Pelita Sulut Dilantik, Perkuat Kerukunan Lintas Agama

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 21:09

Kapolres Sangihe Silaturahmi dengan Ketua NU, Perkuat Sinergi Kamtibmas

Minggu, 1 November 2026 - 13:09

Perkuat Kedekatan dengan Warga, Wakapolda Sulut Hadiri Ibadah di GMIM Kristus Manado

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:03

Polri Mutasi Lima Perwira, Kapusdokkes dan Kapuskeu Berganti

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:08

HKGB ke-74, Kapolda Sulut Ajak Bhayangkari Perluas Kontribusi Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:57

Satlantas Polres Minahasa Kedepankan Pendekatan Humanis: 60 Persen Edukasi, 5 Persen Tilang

Berita Terbaru

Click to listen highlighted text!