MANADO, Pilarportal.com – Wakapolda Sulut Brigjen Pol. Awi Setiyono resmi membuka Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Tahun Anggaran 2026 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sulut, Karombasan, Senin (20/7/2026).
Upacara pembukaan berlangsung khidmat dengan Wakapolda bertindak sebagai Inspektur Upacara sekaligus membacakan amanat tertulis Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri.
Kegiatan tersebut dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Polda Sulut, Bhayangkari, tenaga pendidik, serta jajaran pengasuh SPN Polda Sulut.
Sebanyak 62 peserta didik Bintara pria resmi memulai pendidikan selama lima bulan di SPN Polda Sulut. Secara nasional, Diktukba Polri 2026 diikuti 4.799 peserta yang mengikuti pendidikan secara serentak di seluruh Indonesia.
Brigjen Pol. Awi Setiyono mengatakan, pada tahun ini SPN Polda Sulut mendapat amanah untuk mencetak Bintara Polri yang memiliki kompetensi utama di bidang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).
“Polda Sulawesi Utara memperoleh alokasi 62 Bintara pria. Sementara peserta didik Polwan mengikuti pendidikan secara terpusat di Sepolwan Ciputat,” ujarnya.
Menurutnya, sistem pendidikan Polri menerapkan pola vokasi dengan komposisi 30 persen teori dan 70 persen praktik, sehingga para lulusan siap menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan.
Dalam arahannya, Wakapolda juga menyoroti tingginya angka kriminalitas di Sulawesi Utara berdasarkan indeks laporan polisi per 100 ribu penduduk.
Ia meminta seluruh jajaran kepolisian meningkatkan kualitas pelayanan awal terhadap setiap pengaduan masyarakat melalui proses verifikasi dan gelar perkara sebelum ditingkatkan menjadi laporan polisi.
“Setiap pengaduan harus diverifikasi dan digelar perkara bersama fungsi reserse agar penanganannya tepat dan profesional,” tegasnya.
Seiring penerapan KUHP dan KUHAP yang baru, Wakapolda juga mendorong optimalisasi Restorative Justice sebagai pendekatan penyelesaian perkara.
“Setiap persoalan masyarakat tidak harus berakhir menjadi laporan polisi. Jika dapat diselesaikan secara damai melalui mekanisme yang berlaku, itu akan lebih baik dalam menjaga kondusivitas lingkungan,” katanya.
Kepada para orang tua peserta didik, Brigjen Pol. Awi Setiyono memastikan proses pendidikan di SPN Polda Sulut berlangsung secara profesional, transparan, humanis, dan bebas dari praktik kekerasan.
Ia menegaskan pola pembinaan yang diterapkan mengedepankan prinsip saling asah, saling asih, dan saling asuh untuk membentuk polisi yang berintegritas, profesional, dan dekat dengan masyarakat.
Prosesi pembukaan Diktukba Polri 2026 ditutup dengan tradisi penyiraman air kembang kepada perwakilan siswa oleh Wakapolda Sulut sebagai simbol penyucian niat serta komitmen para peserta didik dalam menjalani pendidikan menuju Bhayangkara yang Presisi.
Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)
Editor : YUDI HM

Komentar Batalkan balasan