Pilarportal.com, Jakarta — Ibadah Hari Rohani Opsir dan Kadet se-Divisi Jawa Bagian Barat dan Divisi Jawa Bali dilaksanakan pada Minggu (19/10/2025) sore, dihadiri sekitar 245 orang yang terdiri atas 163 Opsir dan 82 Kadet Bala Keselamatan.
Dalam suasana penuh sukacita dan kehadiran Tuhan, acara diawali dengan sambutan selamat datang bagi Kepala Staf dan Sekretaris Pelayanan Wanita Sedunia, Komisioner Edward Hill dan Komisioner Shelley Hill, disertai pujian “Lord, I Give You My Heart” yang dipimpin Komandan Teritorial Kolonel Hosea Makagiantang. Doa pembukaan dipimpin oleh Pemimpin Pelayanan Wanita Teritorial Kolonel Liliana Makagiantang, dan turut dimeriahkan oleh paduan suara para Kadet Pusdiklat Jakarta.
Dalam pesan dorongan rohaninya, Komisioner Shelley Hill mengutip Roma 12:1–2, menekankan bahwa umat Tuhan dipanggil untuk hidup kudus.
“Kekudusan bukan tentang kesempurnaan, tetapi tentang penyerahan diri kita sepenuhnya kepada Tuhan,” ujarnya.
Sementara itu, dalam khotbahnya, Komisioner Edward Hill membagikan tema tentang “Enam Tempat Terbaik untuk Berada” berdasarkan Mazmur 95:7.
Ia mengingatkan para Opsir agar hidup dan pelayanan selalu berakar dalam firman Tuhan, karena tempat terbaik bagi hamba Tuhan adalah ketika hidupnya berada di tangan-Nya yang memberi keamanan, di kaki-Nya untuk belajar, di pundak-Nya yang menopang, di sisi-Nya untuk bersekutu, di pelukan-Nya untuk beristirahat, dan di samping air tenang yang menyegarkan jiwa.
Ibadah juga diisi dengan kesaksian inspiratif dari Kadet Rio Agustaf, dari angkatan “Penjaga Perjanjian”.
Ia menuturkan perjalanan panggilannya berdasarkan Matius 4:19–20, tentang kesediaan mengikuti Yesus dan meninggalkan segalanya tanpa ragu.
“Saya adalah cucu seorang Opsir Bala Keselamatan. Meski sempat bekerja sebagai ASN selama 11 tahun, saya percaya Allah punya tujuan dalam hidup saya,” ungkapnya.
Kesaksian lainnya datang dari Mayor Sorta Dameria Ritonga Kedoh, Opsir LKSA Maranatha Bandung, yang mengutip Ratapan 3:22–23. Dengan latar belakang keluarga dari Gereja Protestan Batak, ia bercerita bagaimana Tuhan memanggilnya menjadi Opsir Bala Keselamatan.
Awalnya orangtua saya tidak setuju, namun kasih setia Tuhan tidak pernah berkesudahan.
“Sudah 32 tahun saya melayani Tuhan di 18 tempat penugasan, dan selalu melihat pertolongan Tuhan yang nyata,” tuturnya penuh syukur.
Ibadah Hari Rohani Opsir dan Kadet kali ini menjadi momen penuh berkat dan pembaharuan iman, meneguhkan panggilan para pelayan Tuhan untuk terus bertumbuh dalam kekudusan dan kesetiaan di setiap tempat pelayanan.







