Lapas Manado Cetak Kader Imam dan Khotib, Perkuat Pembinaan Keagamaan Warga Binaan

Rabu, 22 Juli 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Lapas Kelas IIA Manado terus memperkuat program pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui pelatihan kader imam, khotib, dan muazin.

Manado, Pilarportal.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Manado terus memperkuat program pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui pelatihan kader imam, khotib, dan muazin.

Kegiatan yang digelar Selasa (21/7) ini terlaksana melalui sinergi bersama Kementerian Agama Kota Manado dan Pondok Pesantren sebagai bentuk komitmen menghadirkan pembinaan keagamaan yang berkelanjutan.

Pelatihan tersebut bertujuan membekali WBP dengan keterampilan keagamaan sekaligus menanamkan nilai moral, kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat perubahan diri.

Kepala Lapas Kelas IIA Manado, Krisman Ziliwu, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan menjadi bagian penting dalam proses pemasyarakatan.

Menurutnya, kemampuan menjadi imam, khotib, maupun muazin bukan hanya sebatas keterampilan ibadah, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter dan keteladanan.

“Melalui sinergi dengan Kementerian Agama Kota Manado dan Pondok Pesantren, kami berharap para peserta mampu menjadi teladan di lingkungan Lapas maupun setelah kembali ke masyarakat,” ujar Krisman.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi mulai dari tata cara menjadi imam salat, teknik penyampaian khutbah, adab berdakwah, hingga kemampuan menjadi muazin.

Selain pembelajaran teori, peserta juga mengikuti praktik langsung agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan ibadah di lingkungan Lapas Manado.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Utara, Haposan Silalahi, mengapresiasi langkah Lapas Manado yang terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak dalam memperkuat pembinaan WBP.

Ia menilai kerja sama dengan Kementerian Agama dan lembaga keagamaan merupakan bentuk pembinaan humanis yang sejalan dengan tujuan Sistem Pemasyarakatan.

“Pembinaan ini diharapkan mampu membentuk warga binaan yang memiliki kesadaran hukum, berkarakter, serta siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat,” ujarnya.

Melalui program pembinaan kepribadian tersebut, Lapas Kelas IIA Manado berkomitmen menghadirkan proses pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan selama menjalani masa pidana, tetapi juga mempersiapkan WBP menjadi pribadi yang lebih baik setelah bebas.

Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)

Editor : YUDI HM

Berita Terkait

Keren! Warga Binaan Lapas Tahuna Bikin Kolintang, Pesanan Pertama Datang dari Sekolah
Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Manado Ciptakan Produk Kreatif Bernilai Jual
Ditlantas Polda Sulut Resmikan Bedah Rumah Warga di Malalayang
KPU: Menjaga Nyala Demokrasi di Antara Dua Pemilu
Lapas Manado Panen Daun Bawang, Warga Binaan Dukung Program Ketahanan Pangan
Rutan Manado Perkuat Pembinaan Rohani Lewat Sekolah Alkitab
Imigrasi Manado Deportasi WN Brasil yang Bekerja dengan Visa Wisata
Polresta Manado Kerahkan 59 Personel Amankan Festival Bung Karno Manado 2026

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:21

Keren! Warga Binaan Lapas Tahuna Bikin Kolintang, Pesanan Pertama Datang dari Sekolah

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:04

Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Manado Ciptakan Produk Kreatif Bernilai Jual

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:46

Ditlantas Polda Sulut Resmikan Bedah Rumah Warga di Malalayang

Senin, 6 Juli 2026 - 19:12

KPU: Menjaga Nyala Demokrasi di Antara Dua Pemilu

Kamis, 2 Juli 2026 - 07:54

Lapas Manado Panen Daun Bawang, Warga Binaan Dukung Program Ketahanan Pangan

Berita Terbaru

TNI

Kasad Dorong Transformasi Sishankamrata Aktif

Rabu, 22 Jul 2026 - 09:15

Exit mobile version