Usus Buntu Bisa Berbahaya, Kenali Gejala dan Risiko Jika Terlambat Ditangani

Senin, 24 Agustus 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Radang usus buntu atau apendisitis kembali menjadi perhatian publik setelah selebgram Fahira Almira mengungkapkan dirinya didiagnosis mengalami penyakit tersebut.

JAKARTA, Pilarportal.com Radang usus buntu atau apendisitis kembali menjadi perhatian publik setelah selebgram Fahira Almira mengungkapkan dirinya didiagnosis mengalami penyakit tersebut.

Pengakuan Fahira yang memilih menjalani pengobatan di Penang, Malaysia, juga memicu pertanyaan warganet mengenai kondisi penderita usus buntu yang masih dapat melakukan perjalanan.

Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, Prof. Ari Fahrial Syah, menjelaskan bahwa apendisitis merupakan peradangan yang terjadi pada apendiks atau usus buntu.

Kondisi tersebut dapat berkembang secara akut dan membutuhkan penanganan medis segera.

Nyeri Perut Kanan Bawah Jadi Gejala Utama

Menurut Prof. Ari, salah satu gejala khas radang usus buntu akut adalah nyeri hebat pada bagian kanan bawah perut.

Pada kondisi tertentu, rasa sakit yang dialami pasien dapat menjadi sangat kuat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Akut itu biasanya ditandai dengan nyeri tertekan di perut kanan bawah, dan bahkan pada pasien yang khas itu, dia merasakan nyeri yang luar biasa,” ujar Prof. Ari.

Nyeri akibat radang usus buntu pada sebagian orang juga dapat bermula di sekitar pusar sebelum kemudian berpindah ke bagian kanan bawah perut.

Seiring meningkatnya peradangan, rasa sakit dapat menjadi semakin berat.

Gejala Usus Buntu yang Perlu Diwaspadai

Selain nyeri perut, radang usus buntu juga dapat disertai sejumlah keluhan lain.

Gejala tersebut antara lain demam, tubuh terasa lelah, perut kembung, mual, hingga muntah.

Penderita juga dapat mengalami perubahan pola buang air besar, seperti sembelit, kesulitan mengeluarkan gas, atau diare.

Pada beberapa kasus, pasien juga dapat merasakan keinginan buang air kecil lebih sering.

Risiko Usus Buntu Jika Tidak Ditangani

Radang usus buntu yang tidak segera mendapatkan penanganan dapat menimbulkan komplikasi serius.

Salah satu risiko yang paling berbahaya adalah pecahnya apendiks atau usus buntu.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan infeksi menyebar ke rongga perut dan membutuhkan tindakan medis segera.

Penanganan dapat meliputi operasi pengangkatan usus buntu serta pembersihan infeksi di dalam rongga perut.

Komplikasi lain yang dapat terjadi adalah terbentuknya kantung nanah atau abses di dalam perut.

Dalam kondisi tertentu, dokter dapat melakukan tindakan untuk mengatasi infeksi terlebih dahulu sebelum pengangkatan usus buntu dilakukan.

Karena itu, nyeri perut yang semakin berat, terutama di bagian kanan bawah, sebaiknya tidak diabaikan dan perlu segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan.

Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)

Editor : YUDI HM

Berita Terkait

RS Bhayangkara Manado Tambah 28 Kamar, Target Naik ke Tingkat II
Kaki Bengkak Tak Kunjung Hilang? Kenali Tanda yang Bisa Berkaitan dengan Ginjal
Bubur Singkong Punya 4 Manfaat, Tapi Cara Mengolahnya Tak Boleh Sembarangan
5 Manfaat Yogurt, dari Pencernaan hingga Daya Tahan Tubuh
Kemenkes Waspadai Campak, Kasus Suspek Wajib Dilapor 24 Jam
WHO dan Jepang Perkuat Imunisasi, Anak di Daerah Terpencil Jadi Perhatian
Kenali 5 Gejala Sinusitis yang Sering Diabaikan
Obesitas Anak Meningkat, Ini Langkah yang Bisa Dilakukan Orang Tua

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:51

Usus Buntu Bisa Berbahaya, Kenali Gejala dan Risiko Jika Terlambat Ditangani

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:10

RS Bhayangkara Manado Tambah 28 Kamar, Target Naik ke Tingkat II

Selasa, 18 Agustus 2026 - 07:36

Kaki Bengkak Tak Kunjung Hilang? Kenali Tanda yang Bisa Berkaitan dengan Ginjal

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:17

Bubur Singkong Punya 4 Manfaat, Tapi Cara Mengolahnya Tak Boleh Sembarangan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:15

5 Manfaat Yogurt, dari Pencernaan hingga Daya Tahan Tubuh

Berita Terbaru

Exit mobile version