MINAHASA, Pilarportal.com – Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E. turun langsung membersihkan kawasan Festival Budaya Tonsea (Fesbudaton) di Kelurahan Paleloan, Kabupaten Minahasa, Jumat (24/7/2026).
Aksi tersebut dilakukan di sela peninjauan aset milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang memiliki luas sekitar tiga hektare.
Semula, kunjungan Gubernur hanya untuk melihat kondisi aset daerah di kawasan Fesbudaton.
Namun setibanya di lokasi, ia mendapati Pemerintah Kabupaten Minahasa sedang menggelar kerja bakti massal.
Kegiatan itu dipimpin Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa Ny. Martina Dondokambey-Lengkong bersama Sekretaris Daerah Minahasa Dr. Lynda Watania, M.M.
Tanpa menunggu lama, Gubernur Yulius langsung bergabung bersama ASN, aparat pemerintah, dan masyarakat.
Ia ikut membersihkan ilalang, mengangkut sampah, serta merapikan lingkungan di sekitar kawasan Fesbudaton.
Aksi tersebut menarik perhatian warga yang berada di lokasi.
Banyak masyarakat mengabadikan momen ketika Gubernur bekerja bersama warga tanpa sekat.
Di sela kegiatan, Yulius mengaku prihatin melihat kondisi Fesbudaton yang dinilai kurang terawat selama beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, aset pemerintah harus dikelola secara maksimal agar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kalau kerja, kerja yang betul. Ini aset kita, ini milik kita, harus kita rawat dengan baik,” tegas Yulius.
Ia menilai kawasan Fesbudaton memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan alam.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen melakukan penataan agar kawasan tersebut kembali menjadi salah satu tujuan wisata unggulan.
“Saya akan jadikan tempat ini lokasi wisata yang tak kalah menarik dengan Bukit Kasih, Sumaru Endo, dan destinasi wisata lainnya,” ujarnya.
Revitalisasi Fesbudaton diharapkan mampu mendukung pengembangan sektor pariwisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga menilai optimalisasi aset daerah menjadi langkah penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
Aksi Gubernur yang ikut membersihkan kawasan Fesbudaton menjadi pesan bahwa penataan daerah dapat dimulai dari kepedulian terhadap lingkungan dan pemanfaatan aset publik secara berkelanjutan.
Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)
Editor : YUDI HM























Komentar