Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Judi Online Internasional, 291 Tersangka Diamankan

Jumat, 26 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bareskrim Polri membongkar jaringan perjudian online internasional yang beroperasi di Indonesia.

Bareskrim Polri membongkar jaringan perjudian online internasional yang beroperasi di Indonesia.

JAKARTA, Pilarportal.com – Bareskrim Polri membongkar jaringan perjudian online internasional yang beroperasi di Indonesia.

Dalam pengungkapan tersebut, penyidik mengamankan 291 tersangka, terdiri dari 287 warga negara asing (WNA) dan empat warga negara Indonesia (WNI) yang diduga berperan mendukung operasional jaringan tersebut.

Kasus ini terungkap setelah Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri menerima informasi masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan di sebuah gedung di kawasan Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pengungkapan tersebut menjadi bukti komitmen Polri dalam memberantas kejahatan transnasional yang memanfaatkan teknologi digital.

“Polri bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus melakukan penegakan hukum terhadap berbagai bentuk kejahatan lintas negara, termasuk perjudian online yang merugikan masyarakat,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).

Wakabareskrim Polri Irjen Pol. Nunung Syaifuddin menjelaskan, dari 322 WNA yang diamankan saat penggerebekan, sebanyak 287 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka berasal dari China, Vietnam, Laos, Malaysia, Myanmar, dan Thailand.

Sementara itu, empat WNI turut ditetapkan sebagai tersangka karena diduga membantu operasional jaringan, mulai dari penyewaan gedung, penyediaan rekening bank dan kartu ATM, transaksi aset kripto, hingga pengurusan dokumen keimigrasian.

BACA JUGA  Bareskrim Polri ungkap 6.881 Kasus Narkoba Dalam 2 Bulan

Dalam operasi tersebut, penyidik menyita ratusan barang bukti berupa 594 telepon seluler, 382 laptop, 179 monitor dan komputer, 11 unit Mac Mini, router, perangkat digital lainnya, 155 paspor, serta uang tunai dalam berbagai mata uang senilai sekitar Rp8,7 miliar.

Hasil penyelidikan mengungkap jaringan tersebut mengoperasikan lebih dari 145 situs perjudian online secara bergantian untuk menghindari pemblokiran. Seluruh server dan hosting diketahui berada di luar negeri.

Penyidik juga menemukan data transaksi digital yang menunjukkan nilai deposit pada salah satu platform mencapai sekitar Rp13,9 triliun dengan keuntungan yang tercatat sekitar Rp1,69 triliun.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol. Wira Satya Triputra mengatakan para pelaku menggunakan berbagai modus untuk menyamarkan aktivitas ilegal, termasuk transaksi menggunakan aset kripto dan rekening nominee.

Menurutnya, para tersangka memiliki peran berbeda, mulai dari customer service, programmer, admin pemasaran, admin keuangan, hingga pendukung operasional jaringan.

Selain itu, penyidik telah mengidentifikasi 15 perusahaan yang diduga menjadi sponsor atau penjamin masuknya para WNA ke Indonesia. Pendalaman masih dilakukan bersama Direktorat Jenderal Imigrasi.

BACA JUGA  Polisi Amankan Pelaku Pembubaran Paksa Diskusi Diaspora di Kemang

Bersama PPATK, penyidik juga menelusuri aliran dana para tersangka. Dari hasil analisis tersebut, berhasil disita dana sekitar Rp8,5 miliar, di luar uang tunai dalam berbagai mata uang asing senilai sekitar Rp245 juta.

Polri memastikan penyidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh jaringan, termasuk aliran dana, aset hasil kejahatan, pihak yang terlibat sebagai penjamin, serta kemungkinan penerapan tindak pidana pencucian uang terhadap para pelaku.

Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)

Editor : YUDI HM

Berita Terkait

Kapolri Suyudi: Polisi Harus Lebih Dekat dengan Masyarakat
DPR Terima Surpres, Komjen Suyudi Jalani Uji Kelayakan Calon Kapolri
Hari Kesaktian Pancasila di Polda Sulut, Persatuan Jadi Pesan Utama
Dari Knalpot Brong hingga Kasus Pidana, Personel Polresta Manado Dapat Penghargaan
Pelajar SMP 1 Melonguane Dapat Informasi SMA Kemala Taruna Bhayangkara
Panen Padi PM-AAS di Bolmut, Pertanian Modern Mulai Tunjukkan Hasil
Pelajar SMK 3 Manado Diingatkan Jauhi Tawuran, Polsek Tikala Perkuat Edukasi
Wakapolri Dorong Sepolwan Perkuat Kompetensi dan Talenta Siswa

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 05:50

Kapolri Suyudi: Polisi Harus Lebih Dekat dengan Masyarakat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:49

DPR Terima Surpres, Komjen Suyudi Jalani Uji Kelayakan Calon Kapolri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:00

Hari Kesaktian Pancasila di Polda Sulut, Persatuan Jadi Pesan Utama

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:49

Dari Knalpot Brong hingga Kasus Pidana, Personel Polresta Manado Dapat Penghargaan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:37

Pelajar SMP 1 Melonguane Dapat Informasi SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Berita Terbaru

Click to listen highlighted text!