Pilarportal.com, Minahasa – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) menggelar Pelatihan dan Simulasi Tanggap Bencana yang memasuki hari kedua di Taman SHS Kawangkoan pada Jumat (26/9/2025).
Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, SS. (VaSung), hadir langsung dan memberikan penekanan kuat mengenai urgensi kesiapsiagaan. “Kesiapsiagaan adalah kunci. Dengan pelatihan seperti ini, kita dilatih agar lebih sigap sehingga penanganan bencana bisa cepat dan tepat,” ujar VaSung di hadapan peserta.

Pelatihan Standar Internasional dan Keterlibatan Masyarakat dalam Kegiatan pelatihan kali ini berfokus pada peningkatan keterampilan dasar bagi peserta, termasuk teknik evakuasi, pertolongan pertama, dan koordinasi lapangan. Antusiasme masyarakat, relawan, dan anggota Pramuka tampak jelas sepanjang simulasi.
Perwakilan BASARNAS, Letda SAR Steven Lumowa, menegaskan bahwa kualitas pelatihan harus mengacu pada standar internasional. Ia menyebutkan bahwa untuk memperoleh sertifikasi resmi, setiap peserta wajib menempuh minimal 72 jam pelajaran, termasuk kompetensi medical first responder.

”Kalau ada tim khusus yang terlatih di Minahasa, respon bisa lebih cepat. Jangan sampai terlambat, karena dampaknya bisa besar bahkan menurunkan kepercayaan publik,” tegas Steven Lumowa.
Minahasa Siapkan Forum PRB dan 800 Relawan. Selain itu Kepala BPBD Minahasa, Lona Wattie, SSTP., MAP., mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mengambil langkah strategis untuk memperkuat koordinasi. BPBD saat ini tengah menyiapkan SK Bupati terkait pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB).
Forum PRB ini direncanakan menjadi wadah koordinasi lintas organisasi, mulai dari Pramuka hingga perangkat daerah, dalam menyelenggarakan berbagai pelatihan. Program yang akan digalakkan antara lain pelatihan medis dasar bersama Dinas Kesehatan dan water rescue bersama BPBD. BASARNAS juga mengusulkan pembentukan Forum Selam Minahasa (Fosil) untuk sinergi tim water rescue lokal.
”Minahasa sendiri merupakan satu-satunya daerah di Sulawesi Utara yang telah menjalin kerja sama resmi antara BPBD dan Pramuka. Ke depan, Forum PRB akan melibatkan sektor swasta melalui program CSR dalam penyediaan peralatan kebencanaan,” ungkap Lona. Ia menambahkan, saat ini sudah tercatat hampir 800 relawan bencana yang terbentuk, termasuk komunitas jurnalis bencana.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup VaSung Imbau Waspada Cuaca Ekstrem turut mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan seiring peralihan musim dari kemarau ke penghujan.
”Akhir-akhir ini curah hujan cukup tinggi. Potensi banjir, longsor, maupun pohon tumbang bisa saja terjadi. Mari kita menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan, terutama di bantaran sungai,” imbau VaSung.
”Dengan kerja sama antara pemerintah, lembaga, organisasi, dan masyarakat, Minahasa diharapkan semakin tangguh menghadapi bencana,” tutupnya.
Kegiatan pelatihan ini juga dihadiri Ka. BPBD Minahasa Lonna O. Wattie, S.STP, MAP, Camat Tompaso Barat Stefri Pandey, ST, MAP, jajaran BPBD, serta Relawan Satgas Pramuka Peduli Bencana. Dengan Narasumber kegiatan yakni Kepala Pos Basarnas Minsel, Mitra Steven Lumowa, S.IP. (*/EndroYM)







