Presiden Prabowo: Teknologi dan AI Harus Jadi Solusi Atasi Persoalan Bangsa, Bukan Ancaman

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:44 WITA

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada pada Minggu, 28 Juni 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Jakarta, Pilarportal.com Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus dimanfaatkan sebagai instrumen untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan bangsa.

Melalui pemanfaatan teknologi digital, pemerintah kini dapat menerima aspirasi masyarakat secara langsung dan meresponsnya dengan lebih cepat serta tepat sasaran.

Hal tersebut disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Presiden, perkembangan teknologi telah membuka ruang komunikasi yang lebih efektif antara pemerintah dan masyarakat, bahkan hingga ke pelosok daerah.

“Jangankan usul dari profesor, usul dari anak di desa yang sampai langsung ke saya lewat TikTok saya segera tindak lanjuti. Karena saya berkeyakinan bahwa kesulitan itu harus dihadapi, diakui, dan dicari solusinya dengan kerja keras,” ujar Presiden.

Prabowo menjelaskan, berbagai laporan dari masyarakat, termasuk dari wilayah terpencil seperti Nias, kini dapat diterima secara langsung melalui platform digital sehingga penyelesaiannya bisa dilakukan dalam waktu yang lebih singkat.

“Teknologi bisa berbuat itu. Kesulitan di satu desa, di Nias, langsung, dan itu kita selesaikan dalam waktu cepat,” katanya.

Meski demikian, Presiden mengingatkan bahwa perkembangan teknologi juga memiliki sisi yang perlu diwaspadai.

Menurutnya, teknologi dapat memberikan manfaat besar bagi kehidupan manusia apabila digunakan secara tepat, namun juga berpotensi menimbulkan dampak yang merugikan jika disalahgunakan.

Ia mencontohkan pemanfaatan teknologi nuklir yang mampu mendukung sektor energi, kesehatan, dan pertanian, tetapi di sisi lain juga dapat menjadi ancaman besar bagi peradaban manusia.

Presiden juga menyoroti pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), termasuk kemunculan agent AI, yang menurutnya menjadi tantangan baru yang harus dipahami secara mendalam oleh kalangan akademisi dan peneliti.

“Manusia sekarang menciptakan sesuatu yang lebih hebat. Juara catur saja kalah sama mesin. Mesin sekarang bisa membuat karya-karya luar biasa. Inilah yang harus didalami oleh para guru besar dan profesor,” tandas Presiden.

Prabowo berharap dunia akademik, peneliti, dan pelaku industri dapat terus berkolaborasi mengembangkan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di era transformasi digital.

Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)

Editor : YUDI HM

Sumber Berita: BPMI Setpres

Berita Terkait

Presiden Prabowo: Kebebasan Akademik Harus Melahirkan Solusi bagi Bangsa
Presiden Prabowo Dorong Akademisi Ciptakan Inovasi untuk Perkuat Industri dan Kemandirian Indonesia
Pemerintah Prioritaskan Ibu Hamil, Balita, dan Wilayah 3T dalam Program MBG
Polda Jawa Barat Periksa Kejiwaan Tersangka Penyekapan dan Penganiayaan Pacar
Presiden Prabowo Tegaskan Perang Lawan Korupsi, 5 Juta Hektare Sawit Bermasalah Diambil Alih Negara
Menpora: Nobar Piala Dunia 2026 Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan UMKM Daerah
Dirjen Imigrasi Lantik Pejabat Baru, Perkuat Tata Kelola dan Integritas Layanan
Mendagri: Presiden Prabowo Prioritaskan Program Perumahan untuk Rakyat

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:54 WITA

Presiden Prabowo: Kebebasan Akademik Harus Melahirkan Solusi bagi Bangsa

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:44 WITA

Presiden Prabowo: Teknologi dan AI Harus Jadi Solusi Atasi Persoalan Bangsa, Bukan Ancaman

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:52 WITA

Presiden Prabowo Dorong Akademisi Ciptakan Inovasi untuk Perkuat Industri dan Kemandirian Indonesia

Jumat, 26 Juni 2026 - 22:41 WITA

Pemerintah Prioritaskan Ibu Hamil, Balita, dan Wilayah 3T dalam Program MBG

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:17 WITA

Polda Jawa Barat Periksa Kejiwaan Tersangka Penyekapan dan Penganiayaan Pacar

Berita Terbaru

Olahraga

Kroasia Finis Runner-up Grup L Usai Tundukkan Ghana 2-1

Minggu, 28 Jun 2026 - 15:36 WITA

Exit mobile version