Kecelakaan Maut Bekasi: 14 Tewas, Korlantas Gunakan Teknologi Canggih Ungkap Detik-Detik Tabrakan

Rabu, 29 April 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Kecelakaan maut antara kereta api jarak jauh dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur terus diusut.

Bekasi, Pilarportal.com — Kecelakaan maut antara kereta api jarak jauh dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur terus diusut. Sebanyak 14 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 84 lainnya mengalami luka-luka dalam insiden tragis tersebut.

Untuk mengungkap penyebab pasti, Korlantas Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan menggunakan teknologi canggih Traffic Accident Analysis (TAA) yang mampu merekonstruksi kejadian secara detail.

Peristiwa nahas ini terjadi pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.50 WIB, saat Kereta Api Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi bertabrakan dengan KRL Commuter Line lintas Kampung Bandan–Cikarang di area Stasiun Bekasi Timur.

Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe, menjelaskan bahwa pihaknya menggunakan dua jenis teknologi TAA, yakni statis dan portable.

“Teknologi statis dilengkapi kamera LiDAR dan kamera 360 derajat yang mampu memetakan lingkungan secara menyeluruh. Sedangkan perangkat portable menggunakan drone untuk menghasilkan visualisasi dari sudut pandang udara atau helicopter view dalam bentuk tiga dimensi dengan kualitas 4K,” jelasnya.

Menurutnya, hasil rekonstruksi digital tersebut akan menjadi alat bukti elektronik yang sah dalam proses hukum lanjutan.

“Hasilnya akan digunakan dalam penyidikan dan juga disampaikan kepada jaksa penuntut umum hingga hakim sebagai dasar dalam proses persidangan,” tambahnya.

Selain itu, Korlantas juga menyoroti keterlibatan kendaraan taksi berwarna hijau dalam insiden tersebut. Pihaknya akan melakukan evaluasi bersama instansi terkait.

“Kami akan berkoordinasi antara Ditgakkum dan Ditkamsel untuk mengevaluasi kejadian yang melibatkan taksi tersebut, termasuk perusahaan operatornya,” ujarnya.

Ia berharap, tragedi ini menjadi momentum bagi seluruh pihak, termasuk operator perkeretaapian, untuk memperkuat sistem keselamatan dan informasi di lapangan.

“Ke depan kami yakin sistem keselamatan akan semakin diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.

Saat ini, puluhan korban luka masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Penulis : Yudi Mintalangi (UKW- 24799)

Editor : Yudi Mintalangi

Berita Terkait

113 Tersangka Karhutla Ditangani Polri, 4.741 Hektare Terbakar
Polda Sulut Ungkap Penyelundupan 16 Kg Emas, 2 WNA Jadi Tersangka
Presiden Prabowo Bertemu Putin di Vladivostok, Bahas Hubungan Strategis Indonesia-Rusia
Polwan Talaud Dikerjai, Kejutan HUT ke-78 Berujung Haru
Polres Talaud Cek Kesiapan Peralatan Samapta
Maulid Nabi, Wakapolda Sulut Dorong Peningkatan Kinerja
Atasi Dampak El Nino, Polres Tomohon Salurkan 10.000 Liter Air Bersih di Tondangow
Polres Metro Jakbar Bongkar Sindikat Ganjal ATM, 4 Pelaku Ditangkap

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 20:40

113 Tersangka Karhutla Ditangani Polri, 4.741 Hektare Terbakar

Sabtu, 5 September 2026 - 12:27

Polda Sulut Ungkap Penyelundupan 16 Kg Emas, 2 WNA Jadi Tersangka

Jumat, 4 September 2026 - 08:25

Presiden Prabowo Bertemu Putin di Vladivostok, Bahas Hubungan Strategis Indonesia-Rusia

Jumat, 4 September 2026 - 07:33

Polwan Talaud Dikerjai, Kejutan HUT ke-78 Berujung Haru

Jumat, 4 September 2026 - 07:24

Polres Talaud Cek Kesiapan Peralatan Samapta

Berita Terbaru

Exit mobile version