Ini Pesan Tampamawa Mengenai Stunting di Kabupaten Minsel

Kamis, 30 Mei 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bappelitbangda Kabupaten Minsel Brando Tampemawa

Kepala Bappelitbangda Kabupaten Minsel Brando Tampemawa

Pilarportal.com — Minsel – Kenaikan stunting di Kabupaten Minahasa Selatan disebabkan karena terjadinya fluktuasi balita stunting, antara lain adanya kasus baru dimana terjadi tren yang positif peningkatan partisipasi orang tua yang membawa balita ke Posyandu utk diukur dan diitimbang, yang mencapai 90 % dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Sehingga balita-balita stunting yang pada tahun sebelumnya belum teridentifikasi karena belum dibawa ke Posyandu, setelah pada tahun 2023 dibawa ke posyandu sehingga teridentifikasi balita stunting hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bappelitbangda Kabupaten Minsel Brando Tampemawa, SH. MH.

Lebih lagi Tampamawa mengatakan Penanganan stunting sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Thn 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, harus dilakukan secara konvergensi atau “baku malendong”. Tanggung jawab ini bukan hanya dipikul oleh Pemerintah saja tetapi juga oleh seluruh elemen masyarakat, harus turut serta mengemban tugas ini.

“Pemkab Minsel telah melakukan upaya-upaya nyata dalam rangka percepatan penurunan stunting, seperti pembuatan kebijakan-kebijakan Pemkab Minsel dalam penanganan Stunting,” tuturnya.

BACA JUGA  Kemensos RI Peduli Penyandang Disabilitas di Minsel

Seperti Peraturan Bupati, SK Bupati dan Instruksi Bupati, kampanye pemberian obat tambah darah bagi remaja, pengadaan alat timbangan antropometri di semua posyandu di 167 desa, pengadaan tenaga gizi yg terlatih, kegiatan BAAS Forkompimda dan seluruh Kepala Perangkat Daerah.

Serta dengan Perusahaan-perusahaan melalui program CSR, penguatan dana dan pelayanan Posyandu melalui dana desa seperti makanan pendamping ASI yg berkualitas, inovasi-inovasi penanganan stunting antara lain Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting, Gerakan Lawan Stunting Untuk Hasilkan Generasi Hebat (Gerakan Laskar Hebat), serta inovasi oleh Puskesmas-puskesmas.

“Semua upaya-upaya ini harus dilakukan secara berkelanjutan. Oleh sebab itu, peran pemerintahan daerah (Pemkab dan DPRD) menjadi penting dalam merencanakan dan menganggarkan untuk mendukung proses Penanganan stunting. Kita harus kompak untuk menangani stunting ini. Mari jadikan stunting sebagai musuh kita bersama” pungkas Tampemawa .

Berita Terkait

Bupati Wongkar Lantik Dua Hukumtua PAW di GOR Pakuweru Utara
Bupati Minsel Didampingi Forkopimda Minsel Hadiri Pemakaman Almarhum Farry Repi
Hepatitis Disebut Silent Killer, Kenali Gejala dan Bahayanya bagi Hati
Bupati Minsel FDW Hidiri Bimtek Penguatan Peran BPD
Kurang Berjemur Bisa Memicu Depresi hingga Tulang Rapuh, Ini Penjelasan Ahli
Perempuan 4 Kali Lebih Rentan Terkena Autoimun, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya
Luwansa Hotel Manado Bekali Karyawan Kenali Gejala Serangan Jantung Sejak Dini
SBANL Audensi Dengan Bupati Minsel Matangkan Ranperda, Pembangunan desa, Pengelolaan SDA, Penguatan Ekonomi Daerah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:27

Bupati Wongkar Lantik Dua Hukumtua PAW di GOR Pakuweru Utara

Senin, 3 Agustus 2026 - 04:01

Bupati Minsel Didampingi Forkopimda Minsel Hadiri Pemakaman Almarhum Farry Repi

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:46

Hepatitis Disebut Silent Killer, Kenali Gejala dan Bahayanya bagi Hati

Kamis, 30 Juli 2026 - 04:13

Bupati Minsel FDW Hidiri Bimtek Penguatan Peran BPD

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:09

Kurang Berjemur Bisa Memicu Depresi hingga Tulang Rapuh, Ini Penjelasan Ahli

Berita Terbaru