Pilarporta.com, Minahasa, 30 Oktober 2025 — 112 keluarga prasejahtera di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, kini resmi menikmati sambungan listrik mandiri melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) hasil kolaborasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero).
Program yang menjadi bagian dari agenda strategis nasional “Merdeka dari Kegelapan” ini diresmikan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, didampingi Gubernur Sulut Yulius Selvanus serta Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, di Desa Winebetan, Kecamatan Langowan Selatan, Rabu (29/10).
Salah satu penerima manfaat, Jolly Walangitan (59), mengungkapkan rasa syukur karena kini ia dan keluarganya bisa menikmati penerangan tanpa harus bergantung pada tetangga.
“Dulu kami hanya menyambung listrik dari rumah sebelah, dan itu pun hanya cukup untuk menyalakan lampu. Sekarang sudah ada listrik sendiri, gratis. Terima kasih kepada pemerintah, Bapak Presiden Prabowo Subianto, Bapak Menteri ESDM, dan PLN,” ujarnya penuh haru.
Dalam sambutannya, Bahlil Lahadalia menekankan bahwa program elektrifikasi ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Saya tegaskan, mulai 2029 sampai 2030, seluruh desa dan kelurahan di Indonesia harus sudah berlistrik. Anak-anak kita harus tumbuh dengan fasilitas yang layak — pendidikan, kesehatan, dan ekonomi semua berawal dari listrik,” tegasnya.
Secara nasional, realisasi BPBL tahun 2024 telah mencapai 155.429 rumah tangga, sementara hingga September 2025 tercatat 135.482 keluarga sudah tersambung listrik dari target 215.000 rumah tangga hingga akhir tahun.
Kementerian ESDM mencatat, hingga semester I 2025, rasio elektrifikasi nasional mencapai 98,53 persen, dengan sisa sekitar 1,47 persen rumah tangga yang belum menikmati listrik, terutama di wilayah Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (3T).
“Saya minta Dirjen EBTKE, Dirjen Listrik, dan PLN untuk menuntaskan daerah 3T terlebih dahulu. Anggarannya sudah tersedia, tinggal jalankan,” tegas Bahlil.
Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memastikan pihaknya siap menuntaskan misi pemerataan akses energi yang diamanatkan pemerintah.
“PLN berkomitmen mendukung penuh BPBL. Bapak Presiden Prabowo dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah menegaskan, tidak boleh ada warga yang hidup dalam kegelapan. Listrik adalah hak dasar setiap warga negara,” kata Darmawan.
Ia menambahkan, BPBL menjadi solusi bagi masyarakat prasejahtera yang belum mampu membayar biaya sambungan baru, meskipun jaringan listrik sudah tersedia di wilayahnya.
“Listrik bukan hanya soal penerangan, tapi juga tentang pemerataan pembangunan dan kesejahteraan rakyat. PLN siap bekerja total untuk mewujudkannya,” pungkasnya.
