Pilarportal.com, Luwu Utara — Mimpi warga Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, untuk menikmati listrik 24 jam akhirnya terwujud.
Setelah puluhan tahun hidup dalam gelap, kini rumah, sekolah, dan fasilitas umum di daerah terpencil itu diterangi cahaya berkat inovasi SuperSUN dari PLN.
Untuk mewujudkannya, tim PLN menempuh perjalanan lebih dari 570 kilometer dari Makassar, menembus medan ekstrem: jalan berlumpur, jurang curam, sungai yang harus diseberangi, hingga jembatan sempit dari papan kayu.
Panel surya berukuran 2,3 x 1,7 meter dan seberat lebih dari 100 kilogram dipikul bergantian oleh petugas demi satu tujuan — membawa listrik ke jantung pegunungan Seko.
“Dengan adanya listrik tentu akan membawa dampak positif bagi pembelajaran di sekolah. Kami kini bisa menggunakan media elektronik agar anak-anak lebih semangat belajar,” ungkap Meri Harianti Kambuno, Kepala SD Negeri 095 Beroppa, dengan wajah penuh syukur saat lampu di sekolahnya menyala untuk pertama kali.
Inovasi SuperSUN untuk Daerah 3T
PLN menghadirkan SuperSUN, singkatan dari Super Sistem Tenaga Surya Nusantara, yaitu sistem pembangkit listrik tenaga surya mikro yang dipadukan dengan Battery Energy Storage System (BESS).
Teknologi karya anak bangsa ini dirancang khusus untuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), agar masyarakat di daerah terpencil tetap mendapat pasokan listrik yang andal meski jauh dari jaringan konvensional.
“Melalui SuperSUN, PLN membuktikan bahwa energi bersih bukan hanya soal listrik, tapi tentang membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerdas dan berkeadilan,” ujar Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, dalam keterangan tertulis (19/8/2025).
Menurut Darmawan, langkah ini merupakan bagian dari visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto sekaligus penerapan sila kelima Pancasila: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Dampak Nyata untuk Pendidikan dan Ekonomi
Bagi warga Seko, listrik bukan sekadar penerangan. Ia menjadi simbol kehadiran negara dan pembuka peluang baru. Kini, aktivitas malam hari kembali hidup, UMKM tumbuh, dan proses belajar di sekolah menjadi lebih modern.
“Wilayah yang dulu gelap gulita kini terang benderang berkat kerja keras banyak pihak dan hadirnya teknologi ramah lingkungan SuperSUN,” tutur Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.
Cerita serupa juga datang dari Maluku Utara, tepatnya di Pulau Bobale dan Dagasuli. Di dua pulau kecil itu, SuperSUN telah mengubah wajah pendidikan.
“Kini siswa kami bisa belajar komputer setiap hari. Dulu, listrik hanya menyala beberapa jam,” ujar Fandris, Kepala SMP Negeri 1 Atap Bobale.
Sementara itu, Nur Shaum, guru di SMP Negeri 1 Atap Fitako Pulau Dagasuli, mengatakan, “Kami bisa menggunakan multimedia dan melatih literasi digital lebih baik. Anak-anak lebih antusias belajar.”
PLN Targetkan Rasio Elektrifikasi 100%
Menurut General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah, hingga Agustus 2025 tercatat 1.457 unit SuperSUN telah terpasang di wilayah kerjanya.
Program ini juga menjangkau lebih dari 358 sekolah di Sulselrabar dan puluhan sekolah di Maluku Utara.
“Kehadiran listrik menjadi jembatan menuju masa depan. SuperSUN membawa perubahan nyata dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Maluku–Maluku Utara, Noer Soeratmoko, menambahkan bahwa dengan pasokan listrik yang stabil, sekolah kini dapat memanfaatkan perangkat belajar modern tanpa khawatir keterbatasan daya.
“Hal ini membuat siswa di kepulauan memiliki kesempatan pendidikan yang setara dengan anak-anak di kota,” kata Noer.
Langkah Strategis Transisi Energi
Pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menilai bahwa SuperSUN merupakan langkah strategis untuk memperluas akses listrik sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih nasional.
“Komitmen PLN membangun energi bersih di wilayah 3T itu luar biasa. Sekitar 10 persen masyarakat di daerah 3T belum menikmati listrik akibat keterbatasan jaringan,” ujarnya.
Fahmy menambahkan, jika program ini berjalan konsisten, rasio elektrifikasi nasional bisa segera mencapai 100 persen. Ia juga menilai program SuperSUN dapat menjadi model berkelanjutan yang direplikasi di seluruh pelosok negeri.
“SuperSUN bukan hanya menyalakan lampu, tapi menyalakan masa depan. Dari Seko hingga Bobale, dari sungai yang disebrangi dengan susah payah hingga ruang kelas yang kini terang benderang — energi bersih ini adalah simbol kedaulatan bangsa,” pungkasnya.







