Amurang, Pilarportal.com – Isu kekerasan seksual, perundungan (bullying), dan intoleransi di lingkungan pendidikan menjadi perhatian serius dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di SMA Negeri 1 Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Senin (9/2).
Kegiatan yang diikuti guru, pegawai, serta pengurus OSIS ini menghadirkan Anggota DPD RI/MPR RI, Stefanus BAN Liow, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan keprihatinan atas maraknya kasus kekerasan sensual, perundungan, dan sikap intoleran di kalangan pelajar.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena berdampak langsung pada kondisi fisik dan psikologis peserta didik. Selain mengganggu proses belajar mengajar, praktik kekerasan dan bullying juga berpotensi merusak masa depan anak serta menciptakan lingkungan sekolah yang tidak aman dan tidak nyaman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Masalah ini harus dicegah dan diatasi melalui berbagai langkah konkret, mulai dari edukasi dan sosialisasi hingga penegakan hukum yang tegas,” tegas Senator yang akrab disapa SBANL tersebut.
Ia menekankan bahwa pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI menjadi salah satu solusi mendasar untuk membangun karakter pelajar yang berintegritas dan saling menghormati. Empat Pilar tersebut meliputi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
Stefanus BAN Liow yang merupakan alumni SMA Negeri 1 Amurang (dulu SMA N 162 Amurang) tahun 1983–1986 mengatakan, internalisasi nilai Pancasila penting untuk memperkuat semangat kebersamaan dan toleransi di lingkungan sekolah.
“Dengan memahami dan merefleksikan nilai-nilai Pancasila, berbagai tantangan kebangsaan termasuk kekerasan dan intoleransi di dunia pendidikan dapat kita atasi bersama,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan apel pagi dan dilanjutkan dengan pertemuan di aula sekolah pukul 07.00–10.00 WITA. Acara tersebut turut dihadiri Kepala Sekolah Swingly Liow, S.Pd., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Daerah Minahasa Selatan–Minahasa Tenggara Ary Toloh, S.E., serta Kasi Fanny Sondakh.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran kebangsaan sekaligus membangun budaya sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.













