Manado, Pilarportal.com – Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus, S.I.P., menghadiri Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang dirangkaikan dengan kegiatan buka puasa bersama di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Kota Manado, Sulawesi Utara.
Acara berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan, kekeluargaan, dan semangat toleransi antarumat beragama.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Utara, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan Tionghoa di daerah tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Momentum perayaan Imlek yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan menjadi simbol kuat harmonisasi dan kerukunan hidup beragama di Bumi Nyiur Melambai.
Dalam sambutannya, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang memadukan perayaan Imlek dan buka puasa bersama sebagai bentuk nyata toleransi dan persaudaraan lintas agama.
Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Sulawesi Utara merupakan kekuatan besar dalam menjaga stabilitas keamanan dan memperkokoh persatuan bangsa.
Ia menegaskan bahwa TNI, khususnya Kodam XIII/Merdeka, akan terus mendukung setiap upaya yang mempererat persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat.
“Kebersamaan seperti ini mencerminkan nilai luhur bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi toleransi dan saling menghormati antarumat beragama. Kodam XIII/Merdeka akan terus mendukung setiap langkah yang memperkuat persatuan serta menjaga kondusivitas wilayah,” ujar Mayjen TNI Mirza Agus.
Lebih lanjut, Pangdam menambahkan bahwa perayaan Imlek 2577 Kongzili menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat.
Melalui silaturahmi dan dialog yang terbangun, diharapkan tercipta suasana yang aman, damai, dan sejahtera di Sulawesi Utara.
Perpaduan perayaan Imlek dan buka puasa bersama ini juga menjadi cerminan nyata kehidupan masyarakat Sulawesi Utara yang menjunjung tinggi nilai toleransi, gotong royong, serta saling menghargai perbedaan.
Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, diharapkan nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan antarumat beragama semakin kokoh, sehingga mampu mendukung pembangunan daerah serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Sulawesi Utara.























Komentar