Jakarta, Pilarportal.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap sejumlah menu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan pada anak sekolah.
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang mengatakan hasil evaluasi tim pemantauan menemukan beberapa makanan yang rentan memicu mual, muntah, diare, hingga sakit perut.
Menurutnya, menu soto menjadi salah satu makanan yang paling sering menimbulkan gangguan pencernaan pada siswa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penyebabnya karena masih ada kondimen mentah seperti kol, seledri, dan tauge. Selain itu kuah yang sudah dingin berpotensi terkontaminasi bakteri,” ujar Nanik, Senin (20/5/2026).
Ia menjelaskan, saat kuah dingin dicampur dengan bahan mentah, risiko kontaminasi bakteri E-Coli meningkat sehingga dapat memicu diare pada anak dengan daya tahan tubuh rendah.
Selain soto, BGN juga menyoroti menu nasi kuning, nasi uduk, dan nasi goreng yang mudah basi jika tidak ditangani dengan baik.
Jenis makanan berbahan mi juga dinilai berisiko, terutama mi goreng yang dicampur langsung dengan sayuran dalam proses memasaknya.
BGN turut menemukan ayam suwir sebagai salah satu menu dengan risiko tertinggi menyebabkan keracunan makanan.
Hal itu diduga karena penggunaan ayam yang kurang segar serta proses pengolahan yang tidak higienis.
“Sering kali ayam disuwir tanpa menggunakan sarung tangan dan diproses sejak sore hari sehingga meningkatkan risiko kontaminasi,” jelasnya.
Makanan yang menggunakan berbagai jenis saus juga dinilai rawan menyebabkan gangguan pencernaan karena dimasak kurang matang dan dikonsumsi dalam waktu terlalu lama.
Sementara itu, menu ayam bakar dan ikan barbeque disebut berpotensi memicu mual dan muntah akibat proses pembakaran yang tidak matang sempurna hingga ke bagian dalam.
BGN menegaskan untuk sementara sejumlah menu tersebut belum direkomendasikan dalam program MBG sebelum seluruh dapur SPPG memiliki tenaga masak yang benar-benar memahami standar keamanan pangan.
Penulis : Yudi Mintalangi (UKW- 24799)
Editor : Yudi Mintalangi























Komentar