TALAUD, Pilarportal.com – Robby Madellu menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf terkait unggahan di media sosial Facebook yang sempat menimbulkan keresahan masyarakat soal aktivitas Gunung Api Awu Sangihe.
Robby menjelaskan, unggahan tersebut dibuat menggunakan aplikasi Artificial Intelligence (AI) dan ChatGPT untuk tujuan edukasi apabila terjadi peningkatan status Gunung Awu ke Level IV atau Awas.
Namun, hasil desain dan narasi yang dihasilkan AI justru memuat informasi yang tidak sesuai konteks sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tidak ada niat membuat kegaduhan. Saya hanya ingin memberikan edukasi terkait potensi dampak jika terjadi peningkatan aktivitas Gunung Awu,” ujar Robby saat dikonfirmasi tim media, Kamis (28/5/2026).
Ia mengaku tidak memeriksa kembali hasil akhir desain yang dibuat aplikasi AI sebelum diunggah ke akun Facebook pribadinya.
Menurut Robby, setelah membuat perintah di aplikasi AI dan ChatGPT, hasil poster langsung diunduh dan dibagikan tanpa diperhatikan secara detail isi maupun format keterangannya.
Akibat unggahan tersebut, muncul informasi yang mencantumkan level status gunung api dan nama instansi terkait sehingga memicu kesalahpahaman publik.
Robby menegaskan bahwa informasi tersebut bukan berasal dari instansi resmi dan murni merupakan kesalahan dalam penggunaan teknologi AI.
“Saya memohon maaf kepada semua pihak yang sudah membaca postingan tersebut. Saya cinta daerah Sangihe dan tidak ada niat menyebarkan informasi menyesatkan,” katanya.
Ia juga berharap masyarakat lebih bijak dalam menyikapi informasi di media sosial serta selalu melakukan verifikasi kepada sumber resmi terkait kebencanaan dan aktivitas gunung api.
Sementara itu, masyarakat diimbau tetap mengikuti perkembangan informasi dari PVMBG, BPBD, maupun pemerintah daerah terkait aktivitas Gunung Awu agar tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi























Komentar