MANADO, Pilarportal.com – Kodaeral VIII bersama Bank Indonesia resmi melepas pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026 dari Dermaga Satuan Patroli Kodaeral VIII, Kota Bitung, Selasa (23/6/2026).
Pelepasan ekspedisi dipimpin langsung oleh Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara Joko Supratikto dan Kepala Biro Perekonomian Pemprov Sulut Reza A.W. Dotulung.
Dalam misi tersebut, TNI Angkatan Laut mengerahkan KRI Selar-879 sebagai sarana transportasi untuk mendukung distribusi uang Rupiah ke sejumlah pulau yang memiliki keterbatasan akses transportasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapal perang tersebut akan membawa tim kas keliling Bank Indonesia guna menyediakan layanan penukaran uang layak edar bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Dankodaeral VIII menegaskan bahwa sinergi TNI AL dan Bank Indonesia merupakan langkah strategis dalam menjaga kedaulatan Rupiah sekaligus memastikan layanan keuangan menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Menurutnya, kehadiran negara melalui distribusi uang layak edar menjadi bagian penting dalam memperkuat perekonomian masyarakat di daerah terpencil dan terluar.
Selain mendistribusikan uang Rupiah, tim ekspedisi juga akan menarik uang tidak layak edar yang masih beredar di masyarakat.
Kegiatan ini turut disertai edukasi mengenai pentingnya cinta, bangga, dan paham Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa dan alat pemersatu nasional.
Dankodaeral VIII juga mengingatkan seluruh personel yang terlibat agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta mengutamakan keselamatan selama pelayaran.
Pelepasan ekspedisi ditandai dengan pemasangan rompi peserta kepada perwakilan tim serta penghormatan kepada KRI Selar-879 sebelum memulai pelayaran.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Sulawesi Utara, pejabat Koarmada II, jajaran Kodaeral VIII, serta tamu undangan dari berbagai instansi terkait.
Ekspedisi Rupiah Berdaulat merupakan program rutin Bank Indonesia yang bertujuan menjaga ketersediaan uang Rupiah di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.
Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)
Editor : YUDI HM
























Komentar