Refindo Tawaris: Sepakbola di Indonesia Harus Banyak Berbenah

Pilarportal.com, Manado – Buntut tragedi stadion Kanjuruhan Malang Jawa Timur, pecinta olahraga Indonesia yaitu Refindo Tawaris menyampaikan dukacita yang sangat mendalam.

Selain ucapan dukacita kepada korban dan keluarga, Indo Nyoa sapaan akrab Refindo Tawaris mengungkapkan prihatin terhadap nasib dan masa depan persepakbolaan tanah air.

“Tentunya dengan sanksi yang akan diterima dari federasi induk sepakbola dunia FIFA yang berpusat di Zurich Swiss, akan menjadi pelajaran berharga bagi dunia sepakbola di tanah air,”timpal aktivis pariwisata ini.

Tak hanya karena sanksi tegas bagi Indonesia, menurut Indo Nyoa evaluasi besar besaran harus dan wajib dilakukan oleh seluruh stakeholder sepakbola di negeri ini.

BACA JUGA  Indo Nyoa ke Sandi Uno: Pantun Yes , Kinerja No !
Mulai dari pemain, pelatih, perangkat pertandingan, penonton, pihak keamanan, panitia dan seluruh pemangku kepentingan lainnya.

“Terutama PSSI sebagai organisasi perpanjangan tangan pemerintah di bidang sepakbola untuk lebih fokus tak hanya ke Tim Nasional, juga kepada kompetisi antar klub lokal,’tambahnya.

Refindo mengigatkan bahwa sepakbola Indonesia masih minim prestasi internasional.

Dikatakannya, Hooligan adalah suporter asal Inggris yang dikenal paling fanatik di dunia, banyak tragedi kelam yang sudah terjadi dari sejarah sepakbola Inggris dengan si Hooligan.

Tapi dari masa lalu suporter itu sekarang mereka sangat berubah.

Stadion di Inggris dulunya dipalangi pagar yang sangat tinggi tapi sekarang jauh berbeda, mereka menonton tanpa pagar, suporter tertib, banyak terdapat lansia dan anak kecil di stadion.

“Semoga nantinya stadion bisa dijadikan destinasi, menonton bola seolah wisata,” tandas Indo Nyoa.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *