Kodaeral VIII Tangkap Pumpboat Bermuatan Sianida di Perairan Manado

Selasa, 3 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Komandan Kodaeral VIII  Laksamana Pertama TNI Tony Herdijanto (tengah)mewakili Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi.

Wakil Komandan Kodaeral VIII Laksamana Pertama TNI Tony Herdijanto (tengah)mewakili Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi.

Manado, Pilarportal.com – Komando Daerah Operasi TNI AL (Kodaeral) VIII melalui Tim Quick Response (QR-8) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan barang ilegal di Perairan Manado.

Sebuah pumpboat bernama Fadil Boy ditangkap saat membawa muatan berbahaya berupa sianida serta minuman keras ilegal.

Keberhasilan operasi ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Joglo Kodaeral VIII, Senin (2/2/2026), yang dipimpin Wakil Komandan Kodaeral VIII Laksamana Pertama TNI Tony Herdijanto mewakili Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi.

Penindakan dilakukan berdasarkan informasi intelijen terkait aktivitas penyelundupan dari luar negeri yang masuk ke wilayah perairan Manado.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim QR-8 Kodaeral VIII berkoordinasi dengan unsur siaga di Pelabuhan KSOP Manado dan melakukan pengejaran menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB).

Sekitar pukul 20.00 WITA, pumpboat tersebut berhasil dihentikan pada titik koordinat 01°31″55,62 U – 124°49’26,48 T. Saat pemeriksaan, petugas menemukan satu orang nakhoda dan dua anak buah kapal (ABK) beserta muatan ilegal di atas kapal.

Barang bukti yang diamankan berupa 13 karung sianida masing-masing seberat 50 kilogram dengan total sekitar 650 kilogram, serta tiga dus minuman keras yang terdiri dari satu dus merek Carlo Rosi dan dua dus merek Bargin.

BACA JUGA  KRI Semarang-594 Singgah di Bitung, 105 Taruna AAL Latihan KJK 2025

Nilai total barang temuan diperkirakan mencapai lebih dari Rp654 juta yang berpotensi menimbulkan kerugian negara dalam jumlah besar.

Seluruh barang bukti bersama pumpboat diamankan ke Markas Kodaeral VIII untuk menjalani proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut.

Kodaeral VIII menegaskan bahwa pengangkutan bahan berbahaya tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran sebagaimana telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 66 Tahun 2024.

Pihak Kodaeral VIII memastikan komitmennya untuk terus memperketat pengawasan laut serta menindak tegas setiap bentuk pelanggaran hukum di wilayah perairan Sulawesi Utara.

Konferensi pers turut dihadiri perwakilan Bea Cukai Sulawesi Utara, Binda Sulut, Bais TNI Provinsi Sulut, KSOP Manado, Dinas ESDM Provinsi Sulut, serta jajaran intelijen dan hukum Kodaeral VIII.

Berita Terkait

Pangdam Anggit Temui Dankodaeral VIII, Soliditas TNI Jadi Fokus
Pangdam XIII/Mdk dan YKEP Perkuat Koordinasi
Pangdam XIII/Merdeka Perkuat Sinergi dengan Lanudsri Manado
Kapal Tanker MT Mika Zayn Terbakar, Kodaeral VIII Kerahkan KAL Patola VIII-27 dan RHIB untuk Pengamanan
Pangdam dan Gubernur Sulut Perkuat Sinergi, Pembangunan Daerah Jadi Fokus
Empat Satuan TNI AD Raih Tanda Kehormatan Samkaryanugraha
Kasad Lepas Kontingen TNI AD ke AARM 2026 di Malaysia
Eks Kadis Perdagangan, di Tahan Kejari Minahasa Terkait Kasus Ritribusi Pasar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 11:47

Pangdam XIII/Mdk dan YKEP Perkuat Koordinasi

Senin, 2 November 2026 - 15:23

Pangdam XIII/Merdeka Perkuat Sinergi dengan Lanudsri Manado

Senin, 2 November 2026 - 08:01

Kapal Tanker MT Mika Zayn Terbakar, Kodaeral VIII Kerahkan KAL Patola VIII-27 dan RHIB untuk Pengamanan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:33

Pangdam dan Gubernur Sulut Perkuat Sinergi, Pembangunan Daerah Jadi Fokus

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:40

Empat Satuan TNI AD Raih Tanda Kehormatan Samkaryanugraha

Berita Terbaru

Click to listen highlighted text!