Polri Tetapkan 3 Tersangka Kasus Beras Tak Sesuai SNI

Sita 13.740 Karung dan 58 Ton Beras Patah

Selasa, 5 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pilarportal.com, Jakarta, 5 Agustus 2025 — Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri resmi menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana memproduksi dan memperdagangkan beras yang tidak memenuhi standar mutu.

Konferensi pers digelar di Mabes Polri, dipimpin oleh Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri sekaligus Kasatgas Pangan Polri, Brigjen Pol. Helfi Assegaf, didampingi Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko.

Brigjen Helfi mengungkapkan bahwa penyidikan terhadap PT. PIM, produsen beras merek Sania, Fortune, Sovia, dan SIIP, menemukan bukti kuat yang mengarah pada penetapan tiga tersangka, yakni Sdr. S (Presiden Direktur), Sdr. AI (Kepala Pabrik), dan Sdr. DO (Kepala Quality Control).

Produk beras premium yang beredar di pasar tradisional dan ritel modern terbukti tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagaimana diatur dalam Permentan No. 31/2017 dan Perbadan No. 2/2023.

“Ini merupakan bentuk pengelabuan terhadap konsumen yang tidak dapat kami toleransi,” tegas Brigjen Helfi, Selasa (5/8).

BACA JUGA  Polri Menyelamatkan Anak yang Dijual Ayahnya untuk Foya-Foya

Penyidikan Komprehensif dan Barang Bukti

Penyidikan dilakukan secara menyeluruh dengan memeriksa 24 saksi, melakukan penggeledahan dan penyitaan di kantor serta gudang PT. PIM di Serang, dan melibatkan Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Pascapanen Pertanian untuk uji laboratorium.

Hasil penyidikan juga mengungkap lemahnya sistem pengendalian mutu internal perusahaan.

Dari total 22 pegawai, hanya satu petugas Quality Control (QC) yang memiliki sertifikasi, sementara pengecekan mutu yang seharusnya dilakukan setiap dua jam hanya dilakukan satu hingga dua kali sehari.

Polri menyita 13.740 karung beras dalam kemasan dan lebih dari 58 ton beras patah sebagai barang bukti, bersama dokumen legalitas dan perlengkapan produksi.

Ancaman Pidana Berat

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Undang-Undang No. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang No. 8/2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), dengan ancaman pidana hingga 20 tahun penjara serta denda maksimal Rp10 miliar.

“Kami menghimbau para tersangka agar kooperatif selama proses penyidikan. Polri berkomitmen menindak tegas setiap bentuk pelanggaran dalam rantai pasok pangan yang merugikan masyarakat,” ujar Brigjen Helfi.

BACA JUGA  4.992 Personel Polri Dikerahkan saat Pengumuman Hasil Pemilu di KPU

Imbauan untuk Masyarakat

Polri mengimbau masyarakat agar lebih cermat saat membeli beras dengan memastikan label kemasan sesuai standar SNI serta melaporkan dugaan pelanggaran kepada aparat berwenang.

Penegakan hukum ini, tambah Brigjen Helfi, merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam mewujudkan ekosistem pangan yang sehat, adil, dan transparan menuju Indonesia Emas 2045.

Berita Terkait

Polda Sulut Gunakan Face Recognition Berbasis Data KTP, Uji Coba Perdana di TIFF Tomohon 2026
Helikopter Polda Sulut Pantau Kebakaran Gunung Soputan, Polisi Pastikan Titik Api Terus Diawasi
Polres Bolmut Siaga Hadapi El Nino, Fokus Cegah Karhutla dan Krisis Air Bersih
Kebakaran Sampah di Pineleng Berhasil Dipadamkan, Sinergi Warga dan Aparat Cegah Api Meluas
Bapas Manado Gandeng TNI, Polri, dan Pemda Perkuat Pendampingan Klien Pemasyarakatan
Sulut Siaga El Nino, Gubernur Minta Karhutla dan Krisis Air Diantisipasi Sejak Dini
Kolaborasi Warga dan Polisi Padamkan Kebakaran Lahan di Tuminting Sebelum Meluas
Bupati Minsel Didampingi Forkopimda Minsel Hadiri Pemakaman Almarhum Farry Repi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 06:17

Polda Sulut Gunakan Face Recognition Berbasis Data KTP, Uji Coba Perdana di TIFF Tomohon 2026

Kamis, 6 Agustus 2026 - 06:00

Helikopter Polda Sulut Pantau Kebakaran Gunung Soputan, Polisi Pastikan Titik Api Terus Diawasi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:04

Polres Bolmut Siaga Hadapi El Nino, Fokus Cegah Karhutla dan Krisis Air Bersih

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:57

Kebakaran Sampah di Pineleng Berhasil Dipadamkan, Sinergi Warga dan Aparat Cegah Api Meluas

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:54

Bapas Manado Gandeng TNI, Polri, dan Pemda Perkuat Pendampingan Klien Pemasyarakatan

Berita Terbaru