KASAD : TNI Tetap Netral

Minggu, 7 Januari 2024

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. kembali menegaskan bahwa TNI tetap memegang teguh netralitas dalam menghadapi Pemilu 2024.

Pilarportal.com — Jakarta Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. kembali menegaskan bahwa TNI tetap memegang teguh netralitas dalam menghadapi Pemilu 2024.

Ia juga meminta agar semua pihak tidak berlebihan dalam menarik kesimpulan dari insiden yang terjadi di Boyolali pekan lalu.

Hal tersebut disampaikan Kasad dalam wawancara eksklusif dengan Rosiana Silalahi pada acara yang bertajuk “Penganiayaan Relawan, Netralitas TNI Dipertanyakan”, ditayangkan di Kompas TV, Kamis (4/1/2024).

Terkait tema wawancara, Kasad menyatakan bahwa dirinya menyayangkan ada pihak-pihak yang coba mengaitkan insiden yang terjadi ke arah netralitas TNI.

Untuk itu ia bersyukur mendapat kesempatan untuk dapat meluruskan pendapat miring tersebut.

“Tidak ada sangkut-pautnya dengan yang lain (netralitas TNI). Ini murni karena anggota saya masih muda, jadi meresponnya begitu. Tapi dilihat dari perkembangannya sekarang, larinya ke mana-mana. Makanya saya berterima kasih bisa hadir di Rosi untuk mengklarifikasi hal itu,” ujarnya.

Kasad juga menegaskan bahwa tindakan cepat TNI AD dalam merespon insiden Boyolali merupakan bukti konkret bahwa TNI AD memang memegang teguh netralitas.

Untuk itu, ia meminta masyarakat dapat melihat peristiwa tersebut secara utuh, jangan langsung menarik kesimpulan berdasarkan video pendek yang beredar.

Jangan menganalisa kejadian berdasarkan video pendek dan langsung menarik kesimpulan. Rombongannya sudah mutar delapan kali dan sudah berulang kali diingatkan (agar jangan menimbulkan kebisingan). Jadi ada aksi ada reaksi.

“Tapi bukan liar kesimpulannya. Jangan disangkutkan ke mana-mana, dan sebaiknya semua pihak saling evaluasi, bukan kami saja,” himbaunya.

Menutup wawancara, Kasad kembali menegaskan bahwa Pimpinan TNI AD akan mengevaluasi berbagai kegiatan yang dilakukan Angkatan Darat selama masa kampanye, khususnya Pilpres.

Agar tidak lagi muncul tuduhan bahwa TNI/TNI AD tidak netral.

Dari mulai saya dilantik sudah saya sampaikan bahwa saya akan tegas terkait masalah netralitas. Saya sudah buktikan, ada peristiwa, malamnya (oknum anggota) langsung ditahan, beberapa hari sudah jadi tersangka.

“Tinggal tunggu sidang nanti, karena dia juga punya hak untuk membela diri. Jadi, jangan terus disudutkan ke kita (TNI AD), diarahkan lagi tentang netralitas. Menurut saya itu berlebihan, jadi jangan lah,” tandasnya. (Dispenad)

(sumber: tniad.mil.id)

Berita Terkait

Sinergi Posal Kwandang dan Aparat Gabungan Gagalkan Pengiriman Bahan Kimia Berbahaya di Gorut
Kasad Dorong Transformasi Sishankamrata Aktif
Pangdam XIII/Mdk dan Forkopimda Sulut Nonton Bareng Final Piala Dunia 2026 di Megamas
KRI Bima Suci Tinggalkan Bitung, Akhiri Misi Muhibah dan Open Ship di Sulawesi Utara
Jelang Praspa 2026, 899 Capaja Akademi TNI Rampungkan Pendidikan
Membludak! Hari Terakhir Open Ship KRI Bima Suci Dipadati Warga
Pangdam Mirza Agus: Kekompakan Forkopimda Jadi Kunci Menjaga Keamanan dan Pembangunan Sulut
Di Forum FUKRI: Komandan Teritorial Gereja Bala Keselamatan Indonesia Serukan Perdamaian untuk Papua

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:08

Sinergi Posal Kwandang dan Aparat Gabungan Gagalkan Pengiriman Bahan Kimia Berbahaya di Gorut

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:15

Kasad Dorong Transformasi Sishankamrata Aktif

Senin, 20 Juli 2026 - 10:43

Pangdam XIII/Mdk dan Forkopimda Sulut Nonton Bareng Final Piala Dunia 2026 di Megamas

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:51

KRI Bima Suci Tinggalkan Bitung, Akhiri Misi Muhibah dan Open Ship di Sulawesi Utara

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:06

Jelang Praspa 2026, 899 Capaja Akademi TNI Rampungkan Pendidikan

Berita Terbaru

TNI

Kasad Dorong Transformasi Sishankamrata Aktif

Rabu, 22 Jul 2026 - 09:15

Exit mobile version