Pilarportal.com, Manado, 7 Oktober 2025 – PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Manado melalui HUB UMK Suluttenggo kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat,
Khususnya bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan PMI Purna, dengan menggelar kegiatan Sosialisasi Kebijakan dan Pemberdayaan bagi PMI serta Pengembangan Potensi Usaha bagi PMI Purna.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Mantehage, PLNUP3 Manado, ini diikuti oleh puluhan peserta yang merupakan PMI aktif dan PMI purna sekaligus pelaku UMKM binaan PLN.
Hadir sebagai narasumber, M. Syachrul Afriyadi, S.Kom selaku Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Utara, serta Lussy L. Lumi, SE,
Kepala Tim Pemberdayaan BP3MI Sulut, yang memberikan materi terkait kebijakan perlindungan pekerja migran dan strategi pemberdayaan ekonomi.
Manager PLN UP3 Manado, Revi Aldrian, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN yang fokus pada penguatan kapasitas ekonomi masyarakat rentan.
Melalui kegiatan ini, PLN UP3 Manado melalui HUB UMK Suluttenggo berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi Pekerja Migran Indonesia, khususnya PMI Purna.
“Tujuannya agar mereka tidak hanya menjadi pahlawan devisa di luar negeri, tetapi juga menjadi pelaku ekonomi yang tangguh di negeri sendiri,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi kebijakan terbaru terkait penempatan dan perlindungan PMI berdasarkan UU No. 18 Tahun 2017, literasi keuangan dan pengelolaan keuangan keluarga, pelatihan pengembangan usaha mikro, strategi pemasaran digital, serta sesi inspirasi dari mantan PMI yang sukses menjadi wirausahawan.
Di tempat terpisah, General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan pentingnya dukungan kepada PMI karena peran besar mereka dalam menopang perekonomian keluarga dan nasional.
“Dengan bekal pelatihan UMK, para purna pekerja migran tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja baru di daerahnya masing-masing,” tegas Usman.
Ia juga menambahkan, PLN berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan komunitas, guna menghadirkan program yang tepat sasaran dan berdampak nyata bagi kemandirian ekonomi pekerja migran.
Melalui kerja sama antara PLN, BP3MI, dinas terkait, dan lembaga pendamping UMK, kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam membekali para PMI dengan keterampilan dan pengetahuan kewirausahaan yang relevan setelah masa kerja mereka di luar negeri berakhir.
Program ini juga sejalan dengan komitmen PLN mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya pada poin Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta Pengurangan Kesenjangan.
PLN berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di berbagai daerah sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan sosial-ekonomi masyarakat.







