UMKM Manado Butuh Kepastian, Bukan Sekadar Janji

Selasa, 10 Juni 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)

Pilarportal.com – Manado – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), bukan sekadar pelengkap ekonomi daerah. Mereka adalah tulang punggung yang menopang kehidupan sehari-hari banyak warga Kota Manado.

Di lorong-lorong kota, di pasar-pasar tradisional, di kaki lima hingga sudut kafe-kafe kekinian, UMKM begitu terasa. Mereka bukan hanya penggerak ekonomi, tapi juga penopang kehidupan keluarga dan komunitas-komunitas kecil yang tak terdata secara formal. Namun di balik semangat bertahan dan kreativitas yang tinggi, para pelaku UMKM di Manado terus bergulat dengan satu kebutuhan mendasar yakni kepastian.

Selama ini, narasi dukungan terhadap UMKM sering kali hanya terdengar saat kampanye atau dalam forum-forum resmi pemerintah. Janji-janji seperti bantuan modal, pelatihan, hingga penghapusan pajak sering digaungkan, tapi realisasi di lapangan tidak jarang berbelit dan tidak menyentuh akar persoalan. Banyak pelaku usaha kecil mengeluh soal sulitnya mengakses kredit dari bank, ribetnya proses legalitas usaha, dan minimnya perlindungan hukum ketika terjadi konflik usaha.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu ironi yang terjadi adalah bahwa banyak pelaku UMKM di Manado beroperasi tanpa izin resmi karena mengurus izin terasa terlalu rumit dan mahal. Ketika ada bantuan dari pemerintah, mereka tidak terjangkau karena namanya tidak terdata dalam sistem. Di saat yang sama, pelaku usaha yang memiliki koneksi atau akses ke struktur birokrasi justru lebih mudah mendapat fasilitas, meski tidak selalu lebih membutuhkan. Ketimpangan inilah yang secara perlahan membunuh semangat pelaku usaha kecil yang bekerja jujur dan mandiri.

Kepastian yang dibutuhkan UMKM bukan hanya tentang regulasi yang jelas dan akses terhadap permodalan, tetapi juga perlindungan dari praktik-praktik ekonomi yang tidak adil. Di banyak sektor, UMKM lokal harus bersaing dengan pelaku usaha besar atau waralaba yang memiliki kekuatan modal dan dukungan sistem yang mapan. Tanpa keberpihakan kebijakan, pelaku UMKM akan selalu berada di posisi paling rapuh dalam rantai ekonomi.

Pemerintah daerah sebenarnya memiliki instrumen untuk memperkuat UMKM. Regulasi daerah bisa dirancang agar lebih ramah terhadap pelaku usaha kecil. Proses perizinan bisa disederhanakan dan berbasis digital. Pendampingan hukum dan administrasi bisa diberikan secara gratis, khususnya bagi pelaku UMKM pemula. Dan yang paling penting, kebijakan publik harus disusun dengan mendengarkan langsung suara dari pelaku usaha di lapangan, bukan hanya dari laporan birokrasi.

Pelaku UMKM di Manado tidak menuntut fasilitas mewah. Mereka tidak mencari perlakuan istimewa. Yang mereka harapkan adalah kepastian—bahwa usaha kecil mereka akan dilindungi, bahwa mereka bisa bersaing secara adil, dan bahwa janji-janji dukungan bukan hanya berhenti di spanduk dan seminar.

Kepastian hukum, kepastian akses, dan kepastian perlindungan—tiga hal ini adalah fondasi yang dibutuhkan agar UMKM bisa tumbuh berkelanjutan. Jika kota ini ingin benar-benar membangun dari bawah, maka UMKM bukan hanya harus didukung, tapi juga dijadikan prioritas utama dalam setiap kebijakan pembangunan ekonomi daerah.

Karena sejatinya, kemajuan Manado tidak hanya diukur dari gedung-gedung tinggi yang dibangun, tapi juga dari seberapa kuat pondasi ekonomi warganya yang paling bawah. Dan di sanalah UMKM berdiri—menunggu bukan sekadar janji, tapi bukti nyata kepastian.

 

~ Deeby Reppi, SH ~
Mahasiswa pada Program Studi Magister Hukum
Universitas Negeri Manado di Tondano

Berita Terkait

Faperta Unsrat Dorong Generasi Muda Sulut Jadi Motor Ketahanan Pangan Nasional
Imigrasi Sulut Gaspol GCI, 83 Peserta Bahas Visa hingga Investasi Global
Dari Jalanan Manado, Anak Muda Gereja Bala Keselamatan Sampaikan Kasih Tuhan
Okstesi Runtu: Puji Syukur Musda XI Berjalan Lancar, Selamat untuk Ibu MEP
Listrik di Manado 100 Persen Pulih Pascagempa M7,6, PLN Pastikan 887 Gardu Kembali Beroperasi
Pasca Gempa M7,6 Sulut, Prajurit Kodam XIII/Mdk Turun Tangan Evakuasi dan Bantu Warga di Manado-Bitung
Wakapolda Sulut Tinjau GOR KONI Sario Pascagempa, 1 Korban Jiwa akibat Reruntuhan
Pesan Menyentuh Kasdam XIII/Mdk: Bekerjalah dengan Hati, Jadilah Terang di Momen Paskah

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 13:18 WITA

Imigrasi Sulut Gaspol GCI, 83 Peserta Bahas Visa hingga Investasi Global

Jumat, 17 April 2026 - 22:59 WITA

Dari Jalanan Manado, Anak Muda Gereja Bala Keselamatan Sampaikan Kasih Tuhan

Minggu, 12 April 2026 - 09:04 WITA

Okstesi Runtu: Puji Syukur Musda XI Berjalan Lancar, Selamat untuk Ibu MEP

Kamis, 2 April 2026 - 16:46 WITA

Listrik di Manado 100 Persen Pulih Pascagempa M7,6, PLN Pastikan 887 Gardu Kembali Beroperasi

Kamis, 2 April 2026 - 16:14 WITA

Pasca Gempa M7,6 Sulut, Prajurit Kodam XIII/Mdk Turun Tangan Evakuasi dan Bantu Warga di Manado-Bitung

Berita Terbaru

Sulawesi Utara

Pangdam XIII/Mdk Tegaskan Peran Vital Istri Prajurit di HUT ke-80 Persit

Kamis, 23 Apr 2026 - 07:58 WITA

Exit mobile version