Cadangan Beras RI Tembus 5,3 Juta Ton, Bapanas Sebut Tertinggi Sepanjang Sejarah

Jumat, 12 Juni 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan cadangan beras pemerintah (CBP) yang mencapai 5,3 juta ton menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global dan tekanan inflasi pangan dunia.

Jakarta, Pilarportal.com Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan cadangan beras pemerintah (CBP) yang mencapai 5,3 juta ton menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global dan tekanan inflasi pangan dunia.

Ketua Tim Kerja Stabilisasi Pasokan Pangan Bapanas, Yudhi Harsatriadi Sandyatma, mengatakan jumlah cadangan beras yang dikelola Perum Bulog tersebut merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah dan mencerminkan semakin kuatnya ketahanan pangan Indonesia.

Menurut Yudhi, ketersediaan stok beras yang memadai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengantisipasi gejolak harga pangan di dalam negeri. Hingga saat ini, stok beras pemerintah tercatat mencapai 5,33 juta ton.

Bapanas menilai ketersediaan dan keterjangkauan pangan merupakan dua pilar utama dalam pengendalian inflasi pangan. Karena itu, pemerintah terus memperkuat berbagai instrumen stabilisasi melalui penguatan stok nasional dan pengawasan distribusi pangan.

Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah membentuk Satuan Tugas Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Mutu, dan Keamanan Pangan Tahun 2026.

Satgas ini melibatkan berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga aparat penegak hukum guna memastikan kepatuhan terhadap Harga Acuan Pemerintah (HAP), Harga Eceran Tertinggi (HET), mutu, dan keamanan pangan.

Selain pengawasan, pemerintah juga terus menggencarkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Hingga 8 Juni 2026, program tersebut telah dilaksanakan sebanyak 5.237 kali di 36 provinsi dan 377 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali menegaskan bahwa berbagai program pengendalian inflasi pangan tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas harga saat ini, tetapi juga memperkuat sistem pangan nasional agar lebih tangguh menghadapi perubahan iklim, tantangan global, dan peningkatan kebutuhan menuju Indonesia Emas 2045.

Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)

Editor : YUDI HM

Berita Terkait

Prabowo Terima Dubes AS di Hambalang, Bahas Kerja Sama Strategis
Kapolri Perintahkan Jajaran Siaga Hadapi Dampak Erupsi Anak Krakatau
Presiden Prabowo Bertemu Putin di Vladivostok, Bahas Hubungan Strategis Indonesia-Rusia
Presiden Prabowo Minta Laporan Terbaru Penanganan Karhutla di Sumatra dan Kalimantan
Prabowo Resmi Buka Muktamar ke-35 NU di Jombang, Puluhan Ribu Warga Hadir
Presiden Prabowo Disambut Ribuan Warga Jombang Jelang Muktamar ke-35 NU
Ekonomi Global Diproyeksi Bangkit pada 2027, Menkeu Ungkap Kekuatan Ekonomi Indonesia
Konvensi RSKKNI Perancang Regulasi Perkuat Standardisasi Kompetensi Profesi Perancang Peraturan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 07:44

Prabowo Terima Dubes AS di Hambalang, Bahas Kerja Sama Strategis

Senin, 7 September 2026 - 06:21

Kapolri Perintahkan Jajaran Siaga Hadapi Dampak Erupsi Anak Krakatau

Jumat, 4 September 2026 - 08:25

Presiden Prabowo Bertemu Putin di Vladivostok, Bahas Hubungan Strategis Indonesia-Rusia

Kamis, 3 September 2026 - 07:32

Presiden Prabowo Minta Laporan Terbaru Penanganan Karhutla di Sumatra dan Kalimantan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:05

Prabowo Resmi Buka Muktamar ke-35 NU di Jombang, Puluhan Ribu Warga Hadir

Berita Terbaru

Exit mobile version