Terjadi di Manado, Konsumen Keluhkan QR Code BBM Miliknya di Pakai Orang Lain

Manado, Pilarportal.com, – Masyarakat dan juga selaku pemilik kendaraan Dum truck dari Kota Bitung mengeluhkan pelayanan pihak SPBU Pertamina 7495312 di jalan Ring road Kota Manado yang sudah merugikan konsumen.

Pasalnya Operator maupun pengawas pihak SPBU Pertamina 7495312 sudah melanggar Prosedur Operasi Standar atau Standart Operating Procedur (SOP) Pertamina.

Konsumen atau Pembeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar merasa di rugikan dengan di temukannya bahwa Barcode atau QR Code MyPertamina mobil miliknya tidak bisa lagi mengisi BBM jenis solar di SPBU, di karenakan QR Code jatah pengisian BBM jenis solar sebagai operasional tersebut sudah dipakai mobil lain.

Merasa di rugikan ia pun langsung melacak keberadaan mobil pelaku yang di duga sudah memakai barcode atau QR Code miliknya dengan mengkonfirmasi langsung kejadian itu ke pihak pengawas SPBU tersebut.

“ni adalah suatu unsur kelalaian dan kesengajaan pihak SPBU yang tidak melihat dengan jelas mobil, STNK dan plat nomor kendaraan sebelum melakukan pengisian BBM,” tegas korban.

Ia juga meminta pihak aparat penegak hukum (APH) dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk melakukan sanksi tegas kepada seluruh SPBU agar kejadian yang menimpanya tidak terulang kelada kendaraan lain.

Sementara saat di konfirmasi awak media,di ruang kantor SPBU, pengawas tersebut mengatakan bahwa pihaknya setiap hari melakukan briefing kepada seluruh operator SPBU.

“Kami (Pengawas SPBU) tiap hari melakukan pertemuan atau briefing seluruh operator agar supaya melayani pengisian BBM dengan baik, jangan sampai ada kendala ataupun keluhan dari para pembeli atau konsumen,” kata pengawas.

Sempat adu argumen antara pengawas SPBU dan pemilik kendaraan (korban) yang kemudian bersama awak media turut mengawal dan memonitor CCTV guna memastikan dengan jelas kejadian tersebut.

Dalam rekaman CCTV terlihat jelas mobil Dum truck Hino, berwarna merah dengan plat nomor kendaraan 8594 yang di duga sudah memakai Barcode atau QR Code milik kendaraan dari korban.

Dengan bukti yang kuat dan jelas dari CCTV pihak pengawas SPBU akhirnya mengakui kesalahannya dengan mengatakan “ini adalah satu kesalahan atau kelalaian anak buah kami (operator) di lapangan.” ungkapnya

(Tim)