Wamenkes Dante Soroti Bahaya Polusi Udara, Dorong Integrasi Data Kesehatan dan Kualitas Udara

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:13 WITA

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Wamenkes Dante Saksono Harbuwono (Berdiri Kanan, Pakaian Batik)

Jakarta, Pilarportal.com – Wamenkes Dante Saksono Harbuwono menegaskan pentingnya integrasi data kualitas udara dan kesehatan guna membangun sistem peringatan dini terhadap dampak polusi udara di Indonesia.

Menurut Wamenkes, persoalan polusi udara bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga menjadi tantangan strategis lintas sektor yang berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat, energi, hingga pembangunan nasional.

“Langkah ini adalah langkah krusial, sebab persoalan polusi udara tidak hanya isu kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan energi, lingkungan hidup, dan pembangunan nasional secara keseluruhan,” ujar Dante Saksono Harbuwono, Senin (18/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wamenkes mengungkapkan, berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sembilan dari sepuluh orang di dunia saat ini terpapar polusi udara setiap hari.

Kondisi tersebut dapat berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat, mulai dari gangguan tumbuh kembang anak hingga meningkatnya risiko penyakit paru-paru dan kardiovaskular pada orang dewasa.

Karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan sistem pencegahan paparan polusi udara sekaligus memastikan layanan kesehatan siap menangani dampak yang ditimbulkan.

Namun demikian, Dante menilai hingga saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan besar berupa belum terintegrasinya data kualitas udara dengan data kesehatan masyarakat.

“Belum ada integrasi data yang menghubungkan secara langsung antara polusi udara dan kesehatan. Bahkan yang lebih tragis lagi, penyakit-penyakit yang berkaitan langsung dengan polusi udara belum masuk dalam klaim BPJS. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Menurut Dante, integrasi data tersebut sangat penting untuk mendukung pengambilan kebijakan berbasis bukti, termasuk dalam mendeteksi potensi peningkatan kasus penyakit akibat buruknya kualitas udara di suatu wilayah.

Selain itu, sistem data terpadu juga diharapkan mampu menjadi dasar pengembangan early warning system atau sistem peringatan dini bagi masyarakat agar dapat mengurangi risiko paparan polusi udara secara lebih efektif.

Kementerian Kesehatan bersama berbagai pemangku kepentingan saat ini terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna menciptakan kebijakan yang lebih terintegrasi dalam menghadapi ancaman polusi udara di Indonesia.

Penulis : Yudi Mintalangi (UKW- 24799)

Editor : Yudi Mintalangi

Berita Terkait

SPPG Sindulang Satu Jadi Contoh Perlindungan Kesehatan Relawan di Sulut
Pemprov Sulut dan BPJS Kesehatan Berhasil Tekan Tunggakan Iuran JKN hingga 62,58 Persen
BPJS Kesehatan Manado Perkuat Transparansi dan Layanan JKN Lewat Media Gathering 2026
Wamenkes Ajak Orang Tua Rutin Olahraga Bersama Anak demi Jaga Kesehatan
Manfaat Minum Air Kelapa Setiap Hari untuk Kesehatan Tubuh
BGN Ungkap Menu MBG yang Berisiko Picu Gangguan Pencernaan pada Anak
May Day 2026: Polda Sulut Hadir Lewat Layanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat
BPJS Kesehatan Luncurkan Quick Wins 100 Hari, Layanan PANDAWA Kini Bisa Diakses 24 Jam

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 11:51 WITA

SPPG Sindulang Satu Jadi Contoh Perlindungan Kesehatan Relawan di Sulut

Senin, 8 Juni 2026 - 11:27 WITA

Pemprov Sulut dan BPJS Kesehatan Berhasil Tekan Tunggakan Iuran JKN hingga 62,58 Persen

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:58 WITA

BPJS Kesehatan Manado Perkuat Transparansi dan Layanan JKN Lewat Media Gathering 2026

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:25 WITA

Wamenkes Ajak Orang Tua Rutin Olahraga Bersama Anak demi Jaga Kesehatan

Senin, 25 Mei 2026 - 11:18 WITA

Manfaat Minum Air Kelapa Setiap Hari untuk Kesehatan Tubuh

Berita Terbaru

Exit mobile version