JAKARTA, Pilarportal.com – Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho meminta seluruh jajaran mempersiapkan Operasi Ketupat 2026 secara lebih komprehensif, terukur, dan berkelanjutan. Arahan tersebut disampaikan dalam apel pagi di Lapangan NTMC Korlantas Polri, Senin (19/1/2026).
Dalam arahannya, Kakorlantas menyinggung pelaksanaan Operasi Ketupat 2025 yang dinilai berhasil dan mendapat respons positif dari masyarakat.
Capaian tersebut, menurutnya, merupakan hasil kerja kolektif dari seluruh unsur, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.
“Capaian 2025 cukup baik, baik dari hasil survei maupun apresiasi publik. Itu hasil kerja bersama seluruh jajaran,” ujar Irjen Pol Agus Suryonugroho.
Meski demikian, Kakorlantas menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak boleh membuat jajaran berpuas diri. Ia meminta agar setiap pelaksanaan operasi dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, baik dari sisi efektivitas maupun kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Operasi ini bukan rutinitas tahunan. Setiap tahun harus lebih baik,” tegasnya.
Menurut Kakorlantas, Operasi Ketupat memiliki dimensi strategis yang melampaui sekadar pengaturan lalu lintas. Operasi ini menjadi momentum integrasi fungsi kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan serta kenyamanan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.
“Operasi Ketupat 2026 harus lebih baik dari sebelumnya, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun dampaknya yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran personel Polri selama masa mudik dan arus balik tidak hanya berfokus pada keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas), tetapi juga pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara menyeluruh.
“Ini bukan sekadar operasi lalu lintas. Seluruh Bhayangkara harus hadir mengamankan rangkaian kegiatan Ramadan dan Idulfitri, termasuk arus mudik dan balik,” katanya.
Sebagai bagian dari tahapan pengamanan, Operasi Ketupat 2026 akan diawali dengan Operasi Keselamatan yang bertujuan meningkatkan disiplin berlalu lintas sekaligus menekan potensi kecelakaan.
“Kita awali dengan Operasi Keselamatan sebagai fondasi menuju Operasi Ketupat,” jelasnya.
Menutup arahannya, Kakorlantas mengajak seluruh personel memaknai operasi sebagai bentuk pengabdian profesional dan bermartabat, serta menjaga stamina organisasi dalam menghadapi tantangan pengamanan berskala nasional.
“Kita tidak boleh lelah dalam mengabdi dan memberi kontribusi terbaik bagi Polri dan masyarakat,” pungkasnya.
