Aiptu Jimmy Farma, Pendiri Pondok Al-Qur’an Gratis di Pekanbaru, Diapresiasi Kapolri

Ps Kasihumas Polsek Rumbai Pesisir

Pilarportal.com, Pekanbaru –  Aiptu Jimmy Farma, Ps. Kasihumas Polsek Rumbai Pesisir, Pekanbaru, Riau, menjadi inspirasi masyarakat setelah mendirikan Pondok Tahsin Al-Qur’an Baitul Ihsan.

Atas dedikasinya menyediakan pendidikan Al-Qur’an gratis untuk anak-anak kurang mampu, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan berupa kesempatan sekolah perwira.

Membina Ratusan Santri di Pondok Gratis

Pondok Tahsin Al-Qur’an yang didirikan di atas tanah wakaf ini menjadi tempat belajar mengaji gratis bagi lebih dari 300 santri. Para santri berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

Pondok ini tidak hanya menjadi sarana pendidikan agama, tetapi juga membuktikan peran aktif anggota Polri sebagai agen perubahan sosial di tengah masyarakat.

Bentuk Apresiasi Kapolri

Atas pengabdiannya, Kapolri Jenderal Sigit memberikan apresiasi kepada Aiptu Jimmy dengan mengikutsertakannya dalam program Sekolah Perwira.

Langkah ini menjadi bukti penghargaan terhadap anggota polisi yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan pendidikan.

Aiptu Jimmy Farma juga konsisten menunjukkan sikap humanis dalam tugas kehumasan, dengan berperan aktif membangun citra positif Polri di tengah masyarakat.

BACA JUGA  Kapolri Tekankan Sinergitas TNI, Polri dan Media Sukseskan Event Nasional dan Internasional

Testimoni Santri: “Guru Favorit dan Menginspirasi”

Muhammad Mahdi, salah satu santri Pondok Tahsin Baitul Ihsan, menyampaikan rasa bangganya kepada sosok Aiptu Jimmy.

“Beliau guru favorit kami. Akhiratnya dapat, dunianya pun dapat. Mengajarkan Al-Qur’an dengan metode yang mudah dipahami,” ujarnya.

Santri lain, Handany Fariz, juga merasakan manfaat besar dari pembelajaran Al-Qur’an yang diberikan Aiptu Jimmy secara gratis.

“Saya berharap beliau bisa naik pangkat menjadi perwira dan mendapatkan hadiah umrah,” kata Fariz.

Sejak 2021, Pondok Tahsin Baitul Ihsan telah menjadi tempat banyak anak-anak menimba ilmu agama secara cuma-cuma, membuktikan bahwa pendidikan bisa dirasakan semua lapisan masyarakat tanpa terkendala biaya.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar