Pada gelombang kedua, F-16 TNI AU berperan sebagai Tim Biru berhadapan dengan empat F-15SG dan empat F-16 dari RSAF.
Mendapat kesempatan mengasah dan pengalaman ikut dalam latihan tempur udara mutinasional ini, dapat meningkatkan kemampuan bertempur secara Offensive Counter Air (OCA) dan Defensive Counter Air (DCA).
Lebih penting lagi, para penerbang TNI AU dapat mengukur kemampuan diri maupun kecanggihan peswat-pesawat tempur yang digunakan oleh musuh.(sumber airspace-review.com)







