PLN Dukung Peternakan Ayam Lokal Berbasis Listrik di Tomohon

Pilarportal.com, Tomohon, 18 September 2025 – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Salah satu wujud nyata dari program tersebut adalah dukungan kepada Kelompok Pangi Farm Tomohon dalam pengembangan peternakan ayam lokal berbasis listrik, sebagai bagian dari program Electrifying Agriculture yang mengintegrasikan teknologi kelistrikan dengan sektor pertanian dan peternakan.

General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi besar PLN untuk mendorong transformasi sektor pangan melalui pemanfaatan energi listrik yang ramah lingkungan dan efisien.

Program Electrifying Agriculture kami hadirkan bukan sekadar bantuan fasilitas, tetapi juga sebagai katalis untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan usaha peternakan masyarakat.

“Di tengah tantangan ketahanan pangan, kami percaya teknologi berbasis listrik dapat menjadi solusi konkret, terutama bagi peternak lokal seperti Pangi Farm,” ujar Usman.

Fasilitas Lengkap untuk Peternak

Dukungan PLN kepada Pangi Farm Tomohon mencakup fasilitas lengkap yang menunjang seluruh proses budidaya ayam kampung, mulai dari pembibitan hingga pascapanen. Bantuan tersebut meliputi:

Mesin pengeram dan mesin penetas telur

Mesin cetak pakan pelet untuk efisiensi pakan

Mesin pencabut bulu ayam untuk mempercepat proses pascapanen

Peralatan pengairan berupa pipa dan profil tank untuk menjaga kebersihan kandang

Bibit ayam kampung serta bahan pengelolaan limbah ternak

Untuk mendukung keberlanjutan usaha, PLN juga memasang jaringan listrik baru pada dua titik lokasi dengan daya 2.200 VA dan 3.500 VA. Tak hanya itu, pelatihan teknis budidaya ayam kampung dan pengelolaan limbah juga diberikan kepada anggota kelompok agar mereka mampu mengelola bantuan secara mandiri dan profesional.

Dorong Efisiensi dan Produktivitas

Senior Manager Distribusi PLN UID Suluttenggo, Agung Trika Yoosnanto, menegaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas melalui elektrifikasi proses peternakan, mulai dari pembibitan, pemeliharaan, hingga pengolahan hasil.

Dengan pemanfaatan energi listrik, proses peternakan dapat dilakukan secara lebih modern dan terukur. Harapannya, ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Kota Tomohon.

“Program ini juga menjadi dukungan nyata PLN terhadap ketahanan pangan nasional, khususnya penyediaan sumber protein hewani seperti ayam dan telur kampung,” ungkap Agung.

Apresiasi Pemkot Tomohon

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Tomohon, Dra. Lily Ester Solang, MM, yang hadir mewakili Wali Kota Tomohon.

Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah PLN yang secara nyata hadir di tengah masyarakat peternak.

“Program ini adalah bentuk kolaborasi strategis antara PLN dan Pemerintah Kota Tomohon yang memberikan dampak positif nyata bagi masyarakat. Bantuan fasilitas dan pelatihan sangat membantu para peternak dalam mengembangkan usaha mereka secara lebih modern, efisien, dan mandiri,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Revi Aldrian, Manager PLN UP3 Manado. Menurutnya, dukungan kepada Pangi Farm merupakan bagian dari komitmen PLN untuk terus hadir di sektor pertanian dan peternakan melalui penerapan teknologi berbasis listrik.

“PLN tidak hanya menyediakan listrik untuk operasional sehari-hari, tetapi juga membuka peluang baru bagi peternak lokal untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil ternaknya. Ini merupakan langkah strategis menuju pertanian dan peternakan yang berkelanjutan, efisien, dan modern,” jelas Revi.

Dampak Nyata bagi Peternak

Antusiasme juga terlihat dari anggota kelompok tani. Salah satunya, Johnly, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kepercayaan PLN kepada kelompok mereka.

“Kami sangat berterima kasih atas program TJSL ini. Bantuan ini benar-benar kami manfaatkan dan hasilnya mulai terasa. Semoga program seperti ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak peternak di daerah lain,” ujarnya.

Dengan dukungan energi listrik, Pangi Farm kini memiliki infrastruktur yang lebih lengkap dan modern untuk mengelola peternakan ayam kampung.

Teknologi listrik dimanfaatkan tidak hanya untuk penerangan dan pemanas kandang, tetapi juga untuk proses inkubasi, pencampuran pakan, dan pengolahan limbah, sehingga seluruh tahapan budidaya dapat dilakukan secara efisien dan higienis.

Program Electrifying Agriculture diharapkan menjadi model pengembangan peternakan modern di berbagai daerah, mampu meningkatkan produktivitas, mengurangi ketergantungan pada energi fosil, sekaligus membuka lapangan kerja baru di sektor peternakan.