Satgas Damai Cartenz Kejar KKB Pelaku Pembakaran Rumah Bupati dan Kantor Distrik di Puncak Papua

Rabu, 9 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pilarportal.com, Papua Tengah – Satgas Operasi Damai Cartenz menegaskan bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) bertanggung jawab atas aksi pembakaran sejumlah fasilitas penting di Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, pada Minggu, 6 Juli 2025.

Bangunan yang dibakar termasuk:

  • Dua unit rumah dinas milik Bupati Puncak Elvis Tabuni yang sudah lama tidak ditempati,
  • Kantor Distrik Omukia,
  • serta beberapa fasilitas publik lainnya seperti gereja, puskesmas, dan sekolah.

Kaops Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, didampingi Wakaops Kombes Pol Adarma Sinaga, menegaskan bahwa klaim KKB mengenai penggunaan fasilitas sipil sebagai pos militer tidak benar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kelompok KKB menyebarkan propaganda yang seolah-olah pemerintah menggunakan fasilitas sipil untuk operasi militer. Itu tidak benar dan hanya untuk membenarkan aksi kekerasan mereka,” tegas Brigjen Faizal.

Kasatgas Humas Kombes Pol Yusuf Sutejo menambahkan bahwa Sebby Sambom, yang mengaku sebagai juru bicara TPNPB-OPM, menyebarkan narasi menyesatkan bahwa aparat memicu ketakutan warga dengan menempati rumah dan kantor distrik. Bahkan, sebelumnya sempat beredar informasi palsu bahwa TNI-Polri membakar bangunan di Ilaga.

“Narasi itu adalah bagian dari strategi propaganda terstruktur untuk menggiring opini publik,” jelasnya.

Bangunan yang Dibakar oleh KKB

  1. Satu unit gereja di Kampung Pinapa, Distrik Omukia
  2. Rumah dinas Pemda di Kampung Pinapa
  3. Puskesmas di Kampung Pinapa
  4. Sekolah dan kantor kampung di Kampung Pinggil, Distrik Omukia Tujuan Propaganda
BACA JUGA  Jenazah Bripka Anumerta Ronald M Enok Diterbangkan ke Jayapura

Menurut Satgas, narasi soal “militerisasi” fasilitas sipil adalah strategi KKB untuk menarik simpati internasional dan dukungan dari masyarakat lokal.

“KKB sering menyebut warga sipil yang mereka bunuh sebagai mata-mata militer. Faktanya, yang dibunuh adalah warga sipil tak bersalah,” tegas Yusuf Sutejo.

Penegasan Satgas

Satgas Ops Damai Cartenz menegaskan bahwa:

  • TNI-Polri tidak menggunakan fasilitas sipil sebagai basis operasi militer.
  • Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
  • Tugas aparat di Papua adalah menjaga keamanan dan kedamaian masyarakat dari aksi teror KKB.

Dengan insiden ini, Satgas menegaskan komitmen untuk terus menjaga stabilitas keamanan di Papua Tengah, khususnya wilayah Kabupaten Puncak, agar masyarakat dapat hidup dengan aman dan damai.

Berita Terkait

Polda Sulut Bahas Implementasi KUHP dan KUHAP Baru Lewat FGD
Polda Sulut Gandeng Ormas Perkuat Kamtibmas, Tekankan Peran sebagai Penjaga Harmoni Sosial
Pengawasan Diperketat! Wakapolda Sulut Buka Rakerwas Itwasda 2026
2 Tersangka Ditetapkan! Tabrak Lari hingga Bayi 5 Bulan Tewas, Ini Fakta Lengkapnya
Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Phishing Internasional, Aset Rp4,5 Miliar Disita
Pelaku Penikaman di Langowan Barat, Berhasil Ditangkap Resmob Minahasa
Wakapolda Sulut Buka Forum Internasional Polri-Kompolnas, Perkuat Penanganan Kejahatan Lintas Negara
Brimob Harus Dekat dengan Rakyat! Arahan Keras Kapolri di Rakernis 2026

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 10:57 WITA

Polda Sulut Bahas Implementasi KUHP dan KUHAP Baru Lewat FGD

Rabu, 29 April 2026 - 07:03 WITA

Polda Sulut Gandeng Ormas Perkuat Kamtibmas, Tekankan Peran sebagai Penjaga Harmoni Sosial

Selasa, 28 April 2026 - 21:55 WITA

Pengawasan Diperketat! Wakapolda Sulut Buka Rakerwas Itwasda 2026

Jumat, 24 April 2026 - 16:38 WITA

2 Tersangka Ditetapkan! Tabrak Lari hingga Bayi 5 Bulan Tewas, Ini Fakta Lengkapnya

Kamis, 23 April 2026 - 21:45 WITA

Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Phishing Internasional, Aset Rp4,5 Miliar Disita

Berita Terbaru