Perempuan 4 Kali Lebih Rentan Terkena Autoimun, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Rabu, 29 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penyakit autoimun dapat menyerang siapa saja, tetapi perempuan memiliki risiko yang jauh lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

Penyakit autoimun dapat menyerang siapa saja, tetapi perempuan memiliki risiko yang jauh lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

Jakarta, Pilarportal.comPenyakit autoimun dapat menyerang siapa saja, tetapi perempuan memiliki risiko yang jauh lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

Sejumlah penelitian menunjukkan faktor hormonal, genetik, hingga gaya hidup berperan besar dalam meningkatkan kerentanan tersebut.

Data dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menyebutkan prevalensi penyakit autoimun di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mencapai sekitar 3–5 persen dari populasi. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen penderitanya merupakan perempuan.

Temuan lain yang dipublikasikan dalam jurnal Evolutionary Applications tahun 2020 juga menunjukkan bahwa perempuan memiliki risiko hingga empat kali lebih besar mengalami penyakit autoimun dibandingkan laki-laki.

Mengapa Perempuan Lebih Rentan?

Para peneliti mengungkap sedikitnya empat faktor utama yang diduga menjadi penyebab tingginya risiko autoimun pada perempuan.

1. Pengaruh hormon dan antibodi

Perempuan memiliki kadar antibodi yang cenderung lebih tinggi. Kondisi ini membantu tubuh melawan infeksi, tetapi di sisi lain juga dapat meningkatkan kemungkinan sistem imun menyerang jaringan tubuh sendiri.

Penelitian menunjukkan kadar antibodi dan risiko autoimun dapat meningkat setelah kehamilan maupun persalinan.

2. Faktor kromosom X

Perempuan memiliki dua kromosom X, sedangkan laki-laki hanya satu. Beberapa gen pada kromosom X berperan dalam mengatur sistem kekebalan tubuh sehingga respons imun perempuan cenderung lebih aktif.

3. Riwayat genetik

Faktor keturunan juga menjadi salah satu penyebab penting. Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan penyakit autoimun memiliki peluang lebih besar mengalami kondisi serupa.

4. Stres, kelelahan, dan lingkungan

Pakar Reumatologi Universitas Gadjah Mada (UGM), dr. Nyoman Kertia, menjelaskan bahwa kelelahan, stres, dan paparan sinar matahari berlebihan merupakan pemicu yang sering menyebabkan gejala autoimun kambuh.

Selain itu, polusi udara, pola makan yang kurang sehat, hingga gangguan keseimbangan mikrobioma tubuh juga diduga berkontribusi terhadap munculnya penyakit autoimun.

Cara Mengurangi Risiko Autoimun

Prof. Ronny Rachman Noor dari IPB menegaskan bahwa pengobatan saja tidak cukup untuk mengendalikan autoimun. Perubahan gaya hidup tetap menjadi bagian penting dalam terapi.

Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain menerapkan pola makan antiinflamasi, tidur yang cukup, mengelola stres, menghindari rokok, mencatat faktor pemicu gejala, serta rutin memeriksakan diri ke dokter spesialis reumatologi atau imunologi.

Pengobatan dapat disesuaikan dengan jenis penyakit autoimun yang diderita, mulai dari obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), kortikosteroid, obat imunomodulator, hingga terapi khusus sesuai kondisi pasien.

Deteksi Dini Sangat Penting

Hingga kini penyebab pasti penyakit autoimun masih terus diteliti. Namun para ahli meyakini kombinasi faktor biologis, hormonal, genetik, dan lingkungan menjadi penyebab utama tingginya risiko pada perempuan.

Karena itu, mengenali gejala sejak dini, menjaga pola hidup sehat, serta mengendalikan stres menjadi langkah penting untuk membantu mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup penderita.

Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)

Editor : YUDI HM

Berita Terkait

Kurang Berjemur Bisa Memicu Depresi hingga Tulang Rapuh, Ini Penjelasan Ahli
Luwansa Hotel Manado Bekali Karyawan Kenali Gejala Serangan Jantung Sejak Dini
Bolehkah Olahraga Saat Perut Kosong? Ini Dampak, Manfaat, dan Risikonya
SPPG Sindulang Satu Jadi Contoh Perlindungan Kesehatan Relawan di Sulut
Pemprov Sulut dan BPJS Kesehatan Berhasil Tekan Tunggakan Iuran JKN hingga 62,58 Persen
BPJS Kesehatan Manado Perkuat Transparansi dan Layanan JKN Lewat Media Gathering 2026
Wamenkes Ajak Orang Tua Rutin Olahraga Bersama Anak demi Jaga Kesehatan
Manfaat Minum Air Kelapa Setiap Hari untuk Kesehatan Tubuh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:09

Kurang Berjemur Bisa Memicu Depresi hingga Tulang Rapuh, Ini Penjelasan Ahli

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:59

Perempuan 4 Kali Lebih Rentan Terkena Autoimun, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:42

Luwansa Hotel Manado Bekali Karyawan Kenali Gejala Serangan Jantung Sejak Dini

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:07

Bolehkah Olahraga Saat Perut Kosong? Ini Dampak, Manfaat, dan Risikonya

Senin, 8 Juni 2026 - 11:51

SPPG Sindulang Satu Jadi Contoh Perlindungan Kesehatan Relawan di Sulut

Berita Terbaru