Warga Binaan Lapas Amurang Dibekali Bertani dan Beternak, Siap Jadi Modal Hidup Setelah Bebas

Senin, 3 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Lapas Kelas III Amurang Eduard A. Robertus Kaligis bersama Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Sulawesi Utara Haposan Silalahi dan jajaran saat menggelar media gathering dengan wartawan di Kompleks Lapas Kelas III Amurang, Senin (3/8/2026).

Kepala Lapas Kelas III Amurang Eduard A. Robertus Kaligis bersama Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Sulawesi Utara Haposan Silalahi dan jajaran saat menggelar media gathering dengan wartawan di Kompleks Lapas Kelas III Amurang, Senin (3/8/2026).

MINSEL, Pilarportal.com – Lapas Kelas III Amurang terus mengembangkan program ketahanan pangan dengan melibatkan warga binaan pemasyarakatan (WBP) dalam berbagai kegiatan budidaya pertanian dan peternakan sebagai bekal keterampilan setelah kembali ke masyarakat.

Program tersebut menjadi bagian dari implementasi kebijakan ketahanan pangan pemerintah sekaligus pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).

Kepala Lapas Kelas III Amurang, Eduard A. Robertus Kaligis, S.Sos., mengatakan saat ini pihaknya melibatkan 15 warga binaan yang sedang menjalani program asimilasi untuk mengelola berbagai sektor budidaya di lingkungan lapas.

“Program budidaya ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan pemerintah. Kami menerjunkan 15 warga binaan yang sedang menjalani asimilasi agar mereka memperoleh pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat,” ujar Eduard saat media gathering bersama wartawan mitra Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sulawesi Utara di Kompleks Lapas Kelas III Amurang, Senin (3/8/2026).

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Utara, Haposan Silalahi, A.Md., S.H., M.H., mengapresiasi peran media dalam menyampaikan berbagai program pembinaan yang dijalankan di lapas maupun rumah tahanan.

BACA JUGA  Lapas Manado Sidak Kamar Hunian WBP, Cegah Gangguan Keamanan dan Ketertiban

Menurutnya, publik perlu mengetahui bahwa pembinaan di lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada pengembangan kemampuan dan kemandirian warga binaan.

Haposan menegaskan warga binaan yang terlibat dalam program ketahanan pangan harus diposisikan sebagai subjek pembinaan yang memperoleh ilmu, keterampilan, dan pengalaman kerja.

“Saya titip pesan agar warga binaan yang dilibatkan jangan menjadi objek kegiatan. Mereka harus memperoleh bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan pembinaan di Lapas Kelas III Amurang difokuskan pada pengembangan Sarana Asimilasi dan Edukasi melalui budidaya ayam petelur, ikan nila, cabai, padi, terong, timun jepang, hingga kacang panjang.

Menurut Haposan, potensi sektor pertanian dan perikanan di Sulawesi Utara sangat besar sehingga dapat menjadi peluang usaha bagi warga binaan setelah selesai menjalani masa pidana.

Selain mendapatkan pelatihan, warga binaan yang terlibat dalam program tersebut juga berpeluang memperoleh premi apabila hasil budidaya memberikan keuntungan dan produksi berjalan optimal.

Dalam kesempatan itu dilakukan pelepasan 1.500 bibit ikan nila ke kolam budidaya serta pengembangan peternakan dengan 500 ekor ayam petelur.

BACA JUGA  Rutan Kotamobagu Salurkan Bantuan Sembako untuk Keluarga WBP Kurang Mampu

Lapas Amurang juga mengembangkan lahan pertanian yang ditanami cabai, terong, ketimun, dan kacang panjang sebagai bagian dari program ketahanan pangan berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sulawesi Utara Yulius Paath, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Zulkarnain, serta Plt. Kepala Bidang Pembimbing Kemasyarakatan Roni Rumondor.

Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)

Editor : YUDI HM

Berita Terkait

Kalapas Amurang Ubah Lapas Jadi Tempat Belajar Bertani, 15 Warga Binaan Terlibat
Tim Cara’de Bekali Pelaku UMKM Desa Tinggimae Strategi Bangun Bisnis Berkelanjutan
Rayakan Satu Tahun Perjalanan, D’Anna Palace Gelar Turnamen MLBB untuk Salurkan Energi Positif Generasi Muda Tomohon
Libatkan Cabang 7 Gabungan Jalasenastri, Lanudal Manado Panen Raya Jagung Perkuat Ketahanan Pangan
Google Cloud Ungkap Dua Kemampuan Manusia yang Tak Tergantikan AI
PLN UP3 Gorontalo Bangun Gudang Kacang, Petani Tilihuwa Tak Lagi Khawatir Hasil Panen Rusak
Menjaga Hasil Panen, Membuka Jalan Harapan bagi Masyarakat Tilihuwa
PLN Suluttenggo Dukung Produktivitas Industri Lewat Penambahan Daya PT J Resources Bolaang Mongondow

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:00

Kalapas Amurang Ubah Lapas Jadi Tempat Belajar Bertani, 15 Warga Binaan Terlibat

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:41

Warga Binaan Lapas Amurang Dibekali Bertani dan Beternak, Siap Jadi Modal Hidup Setelah Bebas

Minggu, 2 Agustus 2026 - 20:14

Tim Cara’de Bekali Pelaku UMKM Desa Tinggimae Strategi Bangun Bisnis Berkelanjutan

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:39

Rayakan Satu Tahun Perjalanan, D’Anna Palace Gelar Turnamen MLBB untuk Salurkan Energi Positif Generasi Muda Tomohon

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:06

Libatkan Cabang 7 Gabungan Jalasenastri, Lanudal Manado Panen Raya Jagung Perkuat Ketahanan Pangan

Berita Terbaru