MINSEL, Pilarportal.com – Kepala Lapas Kelas III Amurang, Eduard A. Robertus Kaligis, S.Sos., terus memperkuat program pembinaan kemandirian dengan melibatkan warga binaan dalam sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
Melalui program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), sebanyak 15 warga binaan yang sedang menjalani asimilasi dipercaya mengelola berbagai usaha produktif sebagai bagian dari implementasi program ketahanan pangan pemerintah.
Eduard mengatakan pembinaan tersebut tidak hanya bertujuan menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat menjadi sumber penghidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Program budidaya ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan pemerintah. Kami menerjunkan 15 warga binaan yang sedang menjalani asimilasi agar mereka memperoleh pengalaman kerja dan keterampilan yang nantinya bisa dimanfaatkan setelah bebas,” kata Eduard saat media gathering bersama wartawan mitra Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sulawesi Utara di Kompleks Lapas Kelas III Amurang, Senin (3/8/2026).
Di bawah pembinaan petugas lapas, warga binaan mengelola berbagai sektor usaha, mulai dari budidaya ikan nila, ayam petelur, cabai, terong, timun jepang, hingga kacang panjang.
Seluruh kegiatan dilakukan sebagai proses pembelajaran agar warga binaan memiliki pengalaman nyata dalam mengelola usaha produktif.
Eduard berharap keterampilan yang diperoleh selama menjalani masa pidana dapat menjadi modal untuk membangun kehidupan yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat.
Selain memberikan pelatihan, program tersebut juga diarahkan agar warga binaan memahami cara mengembangkan usaha yang memiliki nilai ekonomi.
Pada kesempatan itu, Lapas Kelas III Amurang juga memperlihatkan hasil pengembangan program ketahanan pangan, di antaranya pelepasan 1.500 bibit ikan nila, pengelolaan 500 ekor ayam petelur, serta budidaya berbagai tanaman hortikultura.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Utara, Haposan Silalahi, A.Md., S.H., M.H., yang turut hadir memberikan apresiasi terhadap program pembinaan yang dijalankan Lapas Amurang.
Menurut Haposan, warga binaan harus ditempatkan sebagai subjek pembinaan yang memperoleh ilmu, keterampilan, dan kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Ia menegaskan program pembinaan di lapas bukan sekadar mengisi waktu selama menjalani pidana, tetapi menjadi bekal nyata agar warga binaan mampu hidup mandiri setelah bebas.
Haposan juga memastikan warga binaan yang terlibat dalam kegiatan produktif akan memperoleh premi apabila hasil budidaya memberikan keuntungan dan produksi berjalan optimal.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sulawesi Utara Yulius Paath, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Zulkarnain, serta Plt. Kepala Bidang Pembimbing Kemasyarakatan Roni Rumondor.
Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)
Editor : YUDI HM























Komentar