Investigasi FIFA, Messi Terancam Absen di Argentina vs Kroasia

Minggu, 11 Desember 2022 - 11:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lionel Messi terlibat keributan saat Argentina mengalahkan Belanda. (REUTERS/CARL RECINE)

Lionel Messi terlibat keributan saat Argentina mengalahkan Belanda. (REUTERS/CARL RECINE)

Pilarportal.com – Jakarta – Lionel Messi dan sejumlah bintang Argentina terancam absen di semifinal Piala Dunia 2022 melawan Kroasia, Rabu (14/12) dini hari WIB, setelah FIFA melakukan investigasi terkait pelanggaran saat melawan Belanda.

FIFA telah membuka proses investigasi terhadap Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) untuk dua potensi pelanggaran Kode Disiplin dalam duel perempat final Piala Dunia 2022 melawan Belanda.

Duel Argentina vs Belanda berlangsung panas. Wasit asal Spanyol Antonio Mateu Lahoz harus mengeluarkan 18 kartu kuning untuk kedua pemain, yang merupakan rekor untuk pertandingan Piala Dunia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain insiden Leandro Paredes yang menendang bola ke arah bench Belanda, Messi dan Emiliano Martinez juga disebut melakukan pelanggaran karena mengkritik wasit Lahoz. Messi juga sempat bersitegang dengan ofisial pelatih timnas Belanda, termasuk Louis van Gaal dan Edgar Davids.

“Komite Disiplin FIFA telah membuka proses [investigasi] terhadap Asosiasi Sepak Bola Argentina karena potensi pelanggaran pasal 12 [Pelanggaran pemain dan ofisial] dan 16 [Ketertiban dan keamanan di pertandingan] dari Kode Disiplin FIFA selama pertandingan Belanda vs Argentina yang berlangsung pada 9 Desember,” demikian pernyataan resmi FIFA.

“Selain itu Komite Disiplin FIFA telah membuka proses [investigasi] terhadap Asosiasi Sepak Bola Belanda karena potensi pelanggaran pasal 12 Kode Disiplin FIFA sehubungan dengan pertandingan yang sama,” sambung pihak FIFA dikutip dari Sport Bible.

Messi mengkritik keputusan FIFA menunjuk Lahoz karena dikenal punya rekam jejak buruk. La Pulga berharap Lahoz tidak digunakan lagi di Piala Dunia 2022.

Kekesalan Messi muncul setelah wasit Lahoz memberi perpanjangan waktu hingga 10 menit. Belanda kemudian menyamakan kedudukan 2-2 di menit ke-11.

“Pertandingan ini seharusnya berakhir [90 menit]. Saya tidak mau bicara soal wasit, karena itu akan membuat Anda dihukum, tapi orang-orang melihat apa yang terjadi,” ujar Messi.

“Sejak awal kami takut, karena kami tahu bagaimana Lahoz dan saya pikir FIFA harus mengevaluasi hal ini, FIFA tidak bisa menaruh wasit seperti ini di pertandingan penting,” ucap Messi.

Messi dan Paredes sudah mendapat kartu kuning pada laga melawan Belanda. Peraturan Piala Dunia 2022 menyebut kartu kuning di perempat final akan dihapus di semifinal, namun dengan investigasi FIFA, Messi, Paredes, dan Martinez berpeluang absen karena sanksi.(sumber CNN INDONESIA)

Berita Terkait

Australia U-19 Juara Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Thailand 2-0 di Final
Brasil Ditahan Maroko 1-1 pada Laga Perdana Grup C Piala Dunia 2026
AS Bungkam Paraguay 4-1, Pimpin Klasemen Grup D Piala Dunia 2026
Korea Selatan Bangkit Tekuk Ceko 2-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026
IMI Fest Sulut 2026 Apex Drag Championship Siap Digelar di Manado
Meksiko Taklukkan Afrika Selatan 2-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Portugal Taklukkan Nigeria 2-1, Modal Positif Jelang Piala Dunia 2026
Argentina Hajar Islandia 3-0, Messi Cetak Gol Jelang Piala Dunia 2026

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:25 WITA

Australia U-19 Juara Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Thailand 2-0 di Final

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:17 WITA

Brasil Ditahan Maroko 1-1 pada Laga Perdana Grup C Piala Dunia 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:09 WITA

AS Bungkam Paraguay 4-1, Pimpin Klasemen Grup D Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:36 WITA

Korea Selatan Bangkit Tekuk Ceko 2-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:07 WITA

IMI Fest Sulut 2026 Apex Drag Championship Siap Digelar di Manado

Berita Terbaru