MANADO, Pilarportal.com – Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) mengawali pelaksanaan Operasi Keselamatan Samrat 2026 dengan capaian menggembirakan.
Pada hari pertama operasi yang berlangsung Senin (2/2/2026), tidak tercatat satu pun kecelakaan lalu lintas di seluruh wilayah hukum Polda Sulut.
Direktur Lalu Lintas Polda Sulut, Kombes Pol Medyanta, menyampaikan bahwa hasil tersebut tidak terlepas dari strategi kepolisian yang lebih menekankan pendekatan persuasif, edukatif, serta penguatan pengawasan di lapangan.
“Fokus kami bukan semata penindakan, tetapi membangun kesadaran masyarakat agar disiplin berlalu lintas menjadi kebiasaan sehari-hari,” ujar Medyanta.
Ia menjelaskan, sejak pagi hari jajaran Ditlantas Polda Sulut bersama Polres jajaran aktif melaksanakan puluhan kegiatan preemtif dan preventif.
Tercatat sebanyak 66 kegiatan penyuluhan digelar di berbagai ruang publik, serta program Police Goes to School yang menjangkau delapan sekolah di sejumlah daerah.
Selain itu, upaya edukasi turut diperluas melalui platform digital. Lebih dari 50 konten imbauan keselamatan berlalu lintas disebarkan melalui media sosial, disertai pembagian brosur dan stiker keselamatan kepada para pengendara di titik-titik strategis.
Dalam aspek penegakan hukum, Polda Sulut mengoptimalkan pemanfaatan teknologi tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
Sebanyak 100 pelanggaran tercatat melalui sistem tersebut, sementara tiga pelanggaran lainnya ditindak secara manual oleh petugas di lapangan.
Aparat juga memberikan 193 teguran kepada pengendara yang melakukan pelanggaran ringan sebagai langkah pembinaan.
“Berdasarkan laporan Posko Operasi Keselamatan, seluruh indikator kecelakaan lalu lintas, baik korban meninggal dunia, luka berat, maupun luka ringan, tercatat nol. Kerugian material pun nihil,” tegas Medyanta.
Ia berharap tren positif ini dapat terus dipertahankan hingga operasi berakhir. Polda Sulut mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Utara untuk menjadikan keselamatan berlalu lintas sebagai budaya bersama, bukan sekadar patuh saat berlangsungnya operasi kepolisian.
