Pilarportal.com,Minahasa, Sulawesi Utara. Sosialisasi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menjadi trobosan baru pemerintah dalam mencetak generasi emas bangsa dimasa mendatang.
Sosialisasi program MBG ini merupakan inisiasi yang dari Komisi IX DPR RI dengan Mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN).
Sosialisasi program MBG Kali ini, bertempat dirumah jamaat kinaloesan pada sabtu 2 Agustus 2025, tujuan diadakannya sosialisasi program MBG yakni untuk memberikan edukasi ke masyarakat mengenai pola makan hidup sehat.

Acara sosialisasi program MBG dihadiri oleh ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene, Direktur Direktorat Promosi dan Edukasi, gizi gunakan, dan tokoh masyarakat setempat.
Sebagai Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene menyampaikan program MBG adalah salah satu program unggulan dari Presiden Prabowo Subianto.
“Saya mengingatkan masyarakat agar terbiasa menjali pola hidup sehat dan makanan sehat bergizi dapat dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Felly.
Runtuwene juga berharap agar program ini dapat diterima dengan baik oleh penerima program tersebut yakni peserta didik dan ibu hamil, menyusui dan balita.
Sementara itu. Direktur Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi BGN Gunalan, menyampaikan latar belakang lahirnya, program Makan Bergizi Gratis untuk melahirkan generasi emas bangsa.
Program MBG menjadi salah satu program prioritas dari dari Presiden Prabowo yang mempunyai dampak baik hampir di semua sektor. Dari segi ekonomi terciptanya lapangan kerja dan tentunya, melahirkan anak-anak indonesia yang sehat dan berkualitas sehingga dapat bersaing dengan negara-negata lain dimasa akan datang,” papar Gunalan.
Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Program Makan Begizi Gratis juga sejalan dengan biso Indonesia 2045, yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa indonesia menjadi negara maju.
Study dari World Bank pada tahun 2024 menunjukan bahwa pemberian makan Bergizi tak hanya mengingatkan, tingkat kehadiran dan partisipasi anak disekolah, tetapi juga mengurangi angka malnutrisi dan stunting.












