Stefanus Stefi Sumampouw di Usia 53: Ketika Pengabdian Menjadi Jalan Hidup

Pilarportal.com, Manado – Usia sering kali dihitung dari angka. Namun bagi Stefanus Stefi Sumampouw, usia adalah tentang makna—tentang sejauh apa hidup memberi manfaat bagi orang lain.

Kamis (22/1/2026), di sebuah rumah sederhana di Jalan 17 Agustus KITA, Kota Manado, Ketua DPD Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK RI) Sulawesi Utara itu merayakan hari ulang tahunnya yang ke-53. Tidak ada pesta besar. Yang hadir justru doa, kebersamaan keluarga, dan rasa syukur yang mengalir tenang.

Di situlah terlihat jelas siapa Stefanus sebenarnya: seorang aktivis yang memilih kesederhanaan sebagai sikap hidup.

Dari Kesederhanaan Lahir Keteguhan

Selama puluhan tahun, Stefanus dikenal sebagai figur yang konsisten berada di jalur pengabdian. Sejak dipercaya memimpin DPD LPK RI Sulut pada 2017, ia terus berdiri bersama masyarakat, memperjuangkan hak konsumen, serta mengedepankan pendekatan dialog dan advokasi yang berkeadilan.

Berbagai jabatan strategis ia emban—mulai dari Ketua DPP LPK RI Indonesia Timur, Wakil Ketua Persatuan Advocaten Indonesia (PAI) Sulut, hingga peran aktif di dunia relawan, media, olahraga, adat, dan organisasi kemasyarakatan. Namun baginya, jabatan hanyalah alat, bukan tujuan.

“Usia adalah amanah,” ucapnya singkat, namun penuh makna.

Doa yang Menjadi Energi

Ucapan selamat ulang tahun datang dari berbagai penjuru. Para aktivis Sulawesi Utara menyampaikan doa dan harapan melalui pesan-pesan hangat di grup WhatsApp.

Dari Jakarta, Bunda Yuni, Srikandi Sulut, turut menyapa melalui sambungan video call WhatsApp, menyampaikan doa dan apresiasi atas konsistensi perjuangan Stefanus.

Jajaran pejabat Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta beberapa staf khusus Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, SE, juga turut menyampaikan ucapan dan doa terbaik.

Bagi Stefanus, doa-doa itu bukan sekadar kata. Ia menjadikannya penguat langkah untuk terus berjalan, meski jalur pengabdian sering kali sunyi.

Melayani Tanpa Banyak Sorotan

Stefanus bukan tipe yang gemar tampil di panggung utama. Ia lebih sering hadir di ruang-ruang kecil: mendengar keluhan masyarakat, berdiskusi dengan aktivis, mendampingi persoalan hukum dan sosial, serta menguatkan jejaring kebersamaan.

Dari dunia kebugaran dan binaraga, media, hingga gerakan relawan lintas sektor, ia menjahit semua peran itu dengan satu nilai yang sama: kebermanfaatan.

Inspirasi di Usia 53

Di usia ke-53, Stefanus Stefi Sumampouw tidak berbicara tentang pencapaian pribadi. Ia justru berbicara tentang tanggung jawab—tentang menjaga kepercayaan dan tetap hadir bagi masyarakat Sulawesi Utara.

“Semoga saya tetap diberi kekuatan untuk terus berbuat baik dan bermanfaat,” ujarnya dengan rendah hati.

Perayaan ulang tahun itu pun usai tanpa hiruk-pikuk. Namun pesan yang ditinggalkan justru kuat: hidup yang dijalani dengan ketulusan akan selalu menemukan jalannya sendiri.

Dan di usia 53 ini, Stefanus Stefi Sumampouw terus melangkah—membuktikan bahwa pengabdian bukan soal usia, melainkan tentang kesetiaan pada nilai kemanusiaan.

Rekam Jejak dan Jabatan Strategis Stefanus Stefi Sumampouw

  • Ketua DPD LPK RI Sulut (2017–2026)

  • Ketua DPP LPK RI Indonesia Timur (2020–2026)

  • Wakil Ketua PAI (Persatuan Advocaten Indonesia) Sulut (2023–2026)

  • Sekretaris Komwil LMR-RI Sulut

  • Kepala Perwakilan Media LPK RI New’s Sulut

  • Sekjen Presidium Prabowo Presiden (2023)

  • Sekjen Presidium Gabungan Relawan YSK–VICTORY (2024–2026)

  • Wakil Relawan KAWAN (Kakas–Langowan) Pemenangan YSK–VICTORY

  • Penasehat Asosiasi Tarung Adat Indonesia (ASTA) Sulut (2025–2026)

  • Ketua Dewan Penasehat Forum Media Pewarta Sulut (FMPS) (2025–2026)

  • Pendiri Pa’esaan Ne Tu’a Tu’a Minaesa (Relawan Gabungan Ormas & LSM Sulut)

  • Penasehat/Pembina Pendiri Satgas Minerba Provinsi Sulut

  • Pengurus Kota Manado PBFI (2025–2026)

  • Ketua FORSA Bidang Etika & Hubungan Antar Lembaga (2017–2022)

  • Manajer Tennessee Club Gym & Binaraga Sulut (2002–2012)

  • Kaperwil Media Bharindo Sulut (2014–2016)

  • Kabiro Surabaya Media Metro Bhayangkara (2012–2015)