Rumampuk: 5 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembelian Lahan RSUD Ditahan

Pilarportal.com — ManadoKejaksaan tinggi (Kejati) Provinsi Sulawesi utara menetapkan tersangka kasus dugaan Korupsi Pembelian Lahan RSUD Maria Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara, Senin (22/4/2024).

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Dr. Andi Muhammad Taufik, SH.MH. CGCAE melalui Kasipenkum Theodorus Rumampuk, SH.MH mengatakan, Tim Penyidik menahan lima tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi terkait pembelian lahan perluasan RSUD Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara.

” Mereka telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Pidsus Kejati Sulut,” terang Rumampuk.

Tersangka YM, S, VL dan ML secara bersama-sama, dengan tersangka JK diduga malakukan Tindak Pidana Korupsi dalam pembelian lahan perluasan RSUD Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara.

Dimana kerugian keuangan negara sebesar Rp. 19.763.500.000, berdasarkan Hasil Perhitungan Kerugian Keuangan Negara oleh BPK RI. Mereka diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 UU No .31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, serta Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana,

“”Proses penahanan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penahanan (Tahap Penyidikan) Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, di mana para tersangka ditahan di Rumah Tahanan Manado Kelas IIA selama 20 hari terhitung mulai tanggal 22 April 2024 hingga 11 Mei 2024,” pungkas mantan Kasi Intel Kejari Manado ini