Diketahui, dalam pelaksanaan Operasi Nyiur Melambai Samrat-2022 ini terbagi menjadi 4 Satgas. Yakni, Satgas 1 (preemtif), Satgas 2 (preventif), Satgas 3 (penegakan hukum), dan Satgas 4 (Banops).
“Satgas 1 melakukan kegiatan berupa pembinaan dan penyuluhan, deteksi dini, serta pendidikan lalu lintas. Satgas 2 melakukan imbauan kelengkapan kendaraan dan surat-surat, disiplin protokol kesehatan, juga teguran terhadap para pengendara kendaraan roda 2 yang melawan arus dan tidak memakai masker. Kemudian Satgas 3, kegiatan yang dilakukan antara lain, tindakan e-TLE, tindakan pertama di TKP, juga pembinaan dan penyuluhan, serta teguran terhadap pengemudi roda 4 yang tidak memakai sabuk pengaman. Sedangkan Satgas 4 melakukan kegiatan pengamanan dan pengawasan personel, kegiatan edukatif, serta kegiatan medis dan pemeriksaan kesehatan,” terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.
Dengan demikian, tambahnya, berdasarkan rekapitulasi data-data pelaksanaan Operasi Nyiur Melambai Samrat pada tahun 2021 dan 2022, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan.“Jumlah lakalantas dan fatalitas korban dapat ditekan, artinya menurun, baik jumlah kejadian maupun korban, serta meningkatnya jumlah kegiatan preemtif dan preventif yang berdampak baik pada situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas). Kemudian, aktivitas warga masyarakat meningkat yang secara langsung berdampak pada meningkatnya volume mobilitas kendaraan dan orang dikarenakan masa pandemi berangsur ke masa endemi Covid-19, maka dalam pelaksanaan Operasi Nyiur Melambai Samrat-2022 Polda Sulut ini dapat disimpulkan mendekati atau memenuhi apa yang menjadi target, sasaran, dan tujuan operasi, serta rangkaian kegiatan operasi berjalan dengan baik, aman, dan lancar,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.(yud)












