BITUNG, Pilarportal.com – Kapal China MV Chen Jing Run (Hai Yang 26) tiba dan sandar di Pelabuhan Peti Kemas Bitung, Selasa (25/8/2026).
Kedatangan kapal tersebut disambut jajaran Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII melalui kegiatan Merplug sebagai bagian dari penyambutan kapal yang memasuki wilayah perairan Bitung.
Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla., diwakili Danstahantai Kolonel Laut (P) Dedi Wardana, S.T., M.Tr.Hanla., dalam kegiatan tersebut.
MV Chen Jing Run atau Hai Yang 26 sebelumnya melaksanakan pelayaran dari Afrika sebelum tiba di Pelabuhan Peti Kemas Bitung.
Selama berada di Bitung, kapal tersebut akan melakukan bekal ulang atau Bekul untuk memenuhi sejumlah kebutuhan selama pelayaran.
Kegiatan tersebut meliputi pengisian air tawar, bahan makanan basah, bahan bakar minyak, serta pengecekan kondisi kapal.
Selain itu, para awak kapal juga akan memanfaatkan waktu singgah untuk kegiatan rekreasi di wilayah Sulawesi Utara.
Kapal tersebut membawa sekitar 140 personel dan direncanakan berada di Bitung hingga Sabtu, 29 Agustus 2026.
Setelah seluruh kegiatan selesai, MV Chen Jing Run akan melanjutkan pelayaran menuju home base di China.
Rangkaian penyambutan diawali dengan seremoni penyambutan oleh jajaran Kodaeral VIII.
Delegasi kapal kemudian dikalungkan Kain Bentenan sebagai simbol keramahan sekaligus penghormatan kepada tamu yang berkunjung ke Sulawesi Utara.
Suasana penyambutan semakin meriah dengan penampilan Tarian Cakalele, salah satu tarian tradisional khas daerah.
Penampilan budaya tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan tradisi dan kearifan lokal Sulawesi Utara kepada para tamu.
Kegiatan Merplug ditutup dengan sesi foto bersama antara jajaran Kodaeral VIII dan delegasi MV Chen Jing Run.
Momentum tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan serta kerja sama yang telah terjalin.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadissyahal Kodaeral VIII, Pjs. Karumkit dr. Wahyu Slamet, serta Kafasharkan Kodaeral VIII.

























Komentar