Pilarportal.com — Minsel – Tim observasi lembaga Komisi Anti Korupsi (KPK) melalui Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat (Ditpermas) mengunjungi desa Wiau Lapi kecamatan Tareran, selanjutnya melaksanakan pertemuan di aula gedung GMIM Eben Heazar Wiau Lapi, Selasa (28/02).
Anggota Tim Observasi Ditpermas Ariz Dedy Arham mengatakan bahwa pihaknya melakukan observasi atau penilaian awal terhadap program Desa Anti Korupsi tingkat Nasional.
“Observasi ini merupakan tahapan pertama dari empat tahapan penilaian KPK dilalui oleh Pemerintah Desa Wiau Lapi” kata Arham.
Menurut Arham, tim penilai akan mengamati dan menilai pemeriksaan bukti fisik dan digital terhadap nominator Desa Anti Korupsi ditingkat pusat.
Dijelaskan pula beberapa tujuan pelaksanaan observasi yang dilakukan. Pertama ada lima poin, yakni penguatan tata laksana, penguatan pengawasan, penguatan pelayanan publik, partisipasi masyarakat terhadap desa, dan penguatan kearifan lokal yang sejalan dengan anti korupsi.
Berikutnya adalah rencana pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) sebagai langkah untuk menyisir hasil observasi yang dilakukan, dan tinjauan singkat dalam rangka tuan rumah pelaksanaan kick off atau pengumuman Desa Percontohan.
“Desa Wiau Lapi masuk sebagai nominator percontohan desa antikorupsi 2023 dan KPK akan menetapkan 22 desa anti korupsi dari 22 provinsi,” urainya.

Diketahui Kabupaten Minsel hanya desa Wiau Lapi yang masuk nominasi desa antikorupsi, Kalau di Sulawesi Utara ada 3 nominasi.
Ditambahkan, tim KPK kembali akan mendatangi Desa Wiau Lapi setelah lolos tahapan observasi.
“Pada tahapan ini akan dilakukan bimbingan teknis (bimtek), pendalaman dan pemantapan akan dilakukan lagi terhadap indikator yang disiapkan oleh Pemerintah Desa Wiau Lapi,” tambah Arham.
Kemudian KPK melakukan cek satu persatu dokumen – dokumen dari semua indikator tim observasi memberikan nilai 77,5 dengan kategori Sangat Baik terhadap Desa Wiau Lapi.
“Nilainya sangat memuaskan, hanya perlu penguatan lagi di beberapa hal. Hasil observasi ini akan kami bawa ke Jakarta, dan antinya akan diputuskan desa mana yang terpilih dari Provinsi Sulut tahun ini,” beber Arham.
Sementara itu Hukum Tua Wiau Lapi Ferry Kumendong mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Pemkab Minsel terutama Bupati Franky Donni Wongkar dan Wakil Bupati Petra Yani Rembang.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Minsel terutama Bupati Franky Donni Wongkar dan Wakil Bupati Petra Yani Rembang yang mendukung penuh dan mempercayakan Desa Wiau Lapi dalam mengikuti Desa Anti Korupsi,”pungkas Kumendong.
Menurut data yang dihimpun, desa Wiau Lapi adalah salah satu desa wisata kabupaten Minahasa Selatan yang menyuguhkan pemandangan alam persawahan serta mempunyai tempat wisata unggulan yang sementara dalam pengembangan yakni Air Terjun Kulung – kulung.
Turut hadir Bupati Franky Donny Wongkar SH bersama wakil bupati Pdt Petra Yani Rembang MTh, Sekda Ibu Glady Kawatu, kepala Inspektorat Minsel Hendra Pandeynuwu, Kadis Kominfo Minsel Max Weken, camat Tareran Hizkia Kondoj, Kapolsek Tareran IPTU Johanes Montolalu, dan Tim Ditpermas KPK diketuai oleh Ariz Dedy Arham bersama rombongan yang disambut oleh tarian keprajuritan Minahasa Kabasaran.(Angga)







