Pilarportal.com — Manado – Advokat Muda asal Talaud Ryan Maariwuth berencana akan melaporkan beberapa oknum, diduga menjadi mafia dalam penerimaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Pemkab Talaud.
“Temuan ini akan diseriusi dan terus terang saya sudah mengantongi data, dan sedang dipelajari, ”terang Maariwuth, Kamis (11/1/2024).
Dikatakannya beberapa hari terakhir, ditemukan berbagai keluhan dari peserta ujian P3K dengan nilai yang sangat tinggi tapi kemudian tidak bisa diakomodir sebagai peserta yang lulus di Computer Assisted Test (CAT).
“Hal ini merupakan kejahatan kemanusian dalam pembangunan sumber daya manusia memang masih diduga. Bayangkan, ada yang mengabdikan dirinya menjadi tenaga honorer selama 8 (delapan) Tahun kemudian setalah mengikuti seleksi P3K nilai tinggi ternyata tidak lulus melainkan yang lulus adalah nilai di bawah peserta yang memiliki nilai tertinggi,” kesal Maariwuth.
Terkait hal tersebut diatas, Maariwuth akan mengadvokasi beberapa orang yang merasa dirugikan, hingga persoalan ini dibawa ke Rana Hukum.
“Setelah dilaporkan nanti , saya meminta Polda Sulut untuk mengusut dugaan permainan para oknum dalam Seleksi PPPK. Bahkan kami sudah memegang berbagai macam bukti serta pengakuan hingga ada dugaan permainan tukar menukar di dalamnya agar bisa lolos dalam seleksi P3K ini,”beber Maariwuth
Jika ada oknum diluar pegawai yang ikut serta mengatur hal ini tangkap agar pegawai yang terkait dan terseret dalam dugaan kasus ini mendapatkan hasil setimpal dengan perbuatannya, tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan (Kaban) Kepegawaian Daerah Pemkab Talaud Dr. Imen Manopode M.Si mengatakan waktu menjabat sebagai Plt pada Tanggal 20 November 2023 proses seleksi P3K sudah berjalan dan pengumumampun waktunya sangat dekat saat saya diangkat jadi Plt.
Dijelaskan Manopode, tenaga Kesehatan tidak bermasalah, namun yang bermasalah adalah tenaga guru.Ada 70% kemudian 30% observasi, 30% centang observasi ada akun BKPSDM kemudian akun Dikpora, dimana penyelenggara plt Kaban Kepegawaian Daerah lama.
“Dalam centang 10, dibagi 5 dari BKPSDM dan 5 dari Dikpora, akun Dikpora oleh Kadis dan Akun BKPSDM oleh Plt Kaban yang sekarang sudah jadi Kabag Ortal,”urainya dan menambahkan proses ini saya tidak bisa jelaskan karena saya tidak masuk didalamnya,
Lain halnya dengan Sekertaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Frenki Tiolong yang membantah ada kecurangan dalam seleksi P3K,”tidak ada kecurangan Pak,”tulisnya dalam WA, sembari menerangkan dugaan ini timbul karna soal pemahaman atas perhitungan nilai SKT murni dan SKT tambahan.(yud)







